web analytics
  

5 Penyebab Bau Mulut, dari Stres hingga Diabetes

Senin, 23 November 2020 08:51 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, 5 Penyebab Bau Mulut, dari Stres hingga Diabetes, Bau Mulut,penyebab bau mulut,stres,Minum Kopi,Diabetes

[Ilustrasi] Bau mulut bisa disebabkan sejumlah hal, mulai dari stres hingga diabetes. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bau mulut bisa disebabkan sejumlah hal, mulai dari stres hingga diabetes.

Bau mulut juga bisa terjadi jika terlalu banyak minum alkohol di malam hari, sering mengonsumsi pasta dan bawang.

Namun, bau mulut bagi sebagian orang bisa juga dikenal sebagai halitosis, yakni suatu kondisi atau masalah seumur hidup yang bisa mengganggu diri sendiri. Kondisi ini bisa merusak hubungan percintaan dan seks.

Dilansir dari Mirror UK, Anna Middleton, pendiri London Hygienist telah mencari tahu 5 penyebab bau mulut. Mari simak!

1. Stres

Saat stres, seseorang cenderung melewatkan makan dan minum cukup. Akibatnya, mulut kering karena tak cukup air yang menyebabkan bau mulut. Anda juga bisa memiki kebiasaan bernapas melalui mulut daripada hidung, yang menjadi penyebab lain mulut kering. Tipnya, tetaplah terhidrasi dan kelola stres dengan yoga dan latihan pernapasan.

2. Mendengkur

Saat tidur, produksi air liur berkurang dan mulut menjadi lebih kering yang akan memengaruhi bau napas di pagi hari. Jika mendengkur saat tidur, Anda mungkin mengalami mulut kering yang parah karena bernapas melalui mulut dan bukan hidung.

Cara mengatasinya, carilah perangkat anti-mendengkur di apotek dan minta saran dokter. Dengan begitu, mulut tidak terlalu kering ketika tidur.

3. Minum kopi

Kopi memiliki bau yang sangat kuat, tetapi bukan itu penyebab bau mulut. Kafein dalam kopilah yang bisa menyebabkan bau mulut. Selain itu, kafein mengeringkan mulut yang memungkinkan bakteri berkembang.

Bakteri bisa menempel di lidah, gusi, gigi dan bagian dalam pipi yang bisa menyebabkan bau mulut. Kondisi ini bisa lebih buruk bila Anda mengonsumsi kopi dengan campuran susu sapi.

Susu sapi mendorong pertumbuhan bakteri dalam mulut. Cara mengatasinya, pilihlah teh atau minum air setelah mengonsumsi kopi dan kunyah permen bebas gula.

4. Merokok

Tembakau dalam rokok bisa menyebabkan bau mulut, kehilangan selera, dan iritasi gusi. Orang yang merokok lebih mungkin menderita penyakit gusi dan memiliki risiko lebih besar terkena kanker karena hal tersebut. Cara mengatasinya, cobalah berhenti merokok secara perlahan.

5. Diabetes

Saat seseorang menderita diabetes, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak bisa menggunakan insulin secara efektif. Insulin itu membantu memecah glukosa untuk menyediakan energi.

Jika tubuh tidak dapat memperoleh energinya dari glukosa, tubuh mulai membakar lemak dan menghasilkan keton yang bisa membuat napas berbau.

Kadar gula darah yang tinggi juga meningkatkan glukosa dalam air liur dan menyediakan makanan bagi bakteri di mulut.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers