web analytics
  

Cegah Penularan Covid-19, Gereja di Bandung Masih Ketat Terapkan Prokes

Minggu, 22 November 2020 18:02 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Cegah Penularan Covid-19, Gereja di Bandung Masih Ketat Terapkan Prokes, Gereja di Bandung,protokol kesehatan covid-19

Seorang petugas membersihkan kursi menggunakan cairan desinfektan di Gereja Katedral Santo Petrus, Jalan Merdeka, Kota Bandung. (Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sejak Maret 2020, pandemi virus covid-19 membatasi ruang gerak masyarakat, tak terkecuali untuk menjalankan ritual peribadatan. Sedianya, hal ini sejalan dengan upaya mendukung pemerintah salam mencegah penyebarluasan Covid-19 dengan melarang berkumpul dan menjaga jarak dengan orang lain.

Pada awal Juni lalu, Pemerintah Kota Bandung mengizinkan tempat ibadah kembali buka untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru atau New Normal. Kebijakan itu pun muncul seiring dicabutnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (SPBB) Proporsional di wilayah tersebut.

Seiring izin pembukaan rumah ibadah, ada syarat yang wajib diikuti untuk memenuhi sejumlah protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sejak kembali dibuka sekitar lima bulan lalu, salah satu tempat ibadah di Kota Bandung yang masih taat menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat adalah Gereja Katedral Santo Petrus.

Berdasarkan pantauan ayobandung.com, gereja yang berada di Jalan Merdeka No. 14 (Jalan Jawa), Kota Bandung itu masih terus menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut, penyediaan hand sanitizer, hingga aturan physical distancing (menjaga jarak). Hal itu menjadi adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan pihak gereja, untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Salah satu umat Katolik asal Sarijadi, Kota Bandung, Robertus Suryatno mengatakan, sejak diberlakukannya kebijakan penanganan covid-19, seluruh gereja di Kota Bandung disiplin menerapkan aturan ketat terkait prokotol kesehatan.

Robert mengatakan, prokes Covid-19 yang diterapkan di gereja wang yakin ditaati seluruh Jemaat di antaranya adalah menggunakan masker untuk melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain serta mencuci tangan di wastafel yang sudah disediakan di halaman gereja atau menggunakan cairan pembersih tangan.

Pria kelahiran Solo yang kini bekerja di PT Dirgantara Indonesia (DI) itu menyampaikan, seluruh umat yang akan masuk ke area gereja untuk menjalani misa juga diwajibkan menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh para petugas yang mengenakan pelindung wajah.

"Tapi untuk umat Katolik yang berusia lanjut disarankan mengikuti misa secara online," kata Robert kepada ayobandung.com, Minggu (22/11/2020).

Terkait kapasitas, kata Robert, Gereja juga membatasi jumlah jemaatnya dengan memperhatikan ketentuan jarak fisik. Kebijakan itu diimplementasikan dengan memasang stiker-stiker panduan jarak duduk di kursi gereja.

"Dan untuk jam pembagian misa juga dibagi dalam beberapa jam. Untuk Misa Minggu sendiri diatur sampai lima kali dengan mendisiplinkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat kepada seluruh umat," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers