web analytics
  

Kiat Keluarga di Bandung Edukasi Balita soal Prokes Covid-19

Minggu, 22 November 2020 16:12 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gaya Hidup - Sehat, Kiat Keluarga di Bandung Edukasi Balita soal Prokes Covid-19, Prokes Covid-19,Edukasi Protokol Kesehatan,virus corona

Orangtua mengajarkan Prokes Covid-19 kepada anak. (Istimewa)

CIKANCUNG, AYOBANDUNG.COM -- Memberikan pemahaman Covid-19 pada anak merupakan hal yang penting. Termasuk pentingnya edukasi penerapan protokol kesehatan 3M untuk meminimalisasi penularan virus corona di keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. 

Namun tak jarang, memberikan pemahaman pada anak merupakan tantangan bagi orang tua. Pasalnya tidak semua anak mudah diberitahu. Apalagi untuk anak usia dini atau balita.

Salah satu orang tua asal Cikancung, Kabupaten Bandung, Evi Nurjanah berbagi cerita tentang bagaimana kesadaran terhadap Protokol Kesehatan covid-19 di lingkungan keluarganya berhasil tertanam dengan baik kepada sang anak yang masih balita.

Evi mengaku bersyukur, sang anak yang notabene masih berusia 4 tahun telah teredukasi sejak dini untuk menjaga perilaku sadar 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sebagai bagian dari pencegahan penularan covid-19.

Evi meyakini, orang tua memang menjadi role model dalam menerapkan protokol kesehatan 3M bagi seorang anak. Sebab, lanjut Evi, anak akan mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya. Dengan catatan, jangan sampai menekan atau memaksakan anak menerapkan hal itu.

"Mungkin karena dia melihat seluruh anggota keluarganya taat protokol kesehatan, kayak menggunakan masker, bawa hand sanitizer, dan cuci tangan kalau abis dari luar, dia mungkin jadi mudah teredukasi. Karena kan anak akan meniru dan mengikuti apa yang dilakukan dan dikatakan orang tua," kata Evi kepada Ayobandung.com, Minggu (22/11/2020).

Sebagai orang tua, perempuan lulusan Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat itu mengaku selalu memberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana kepada anak sematawayangnya itu untuk selalu menjaga diri dari paparan covid-19. Bagi Evi dan keluarga, kunci edukasi yang harus dilakukan kepada anak adalah memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah dimengerti sesuai dengan pemahaman dan daya tangkap anak balita.

"Beruntung anak saya cukup aktif. Dia selalu menanyakan apapun yang dia tidak tahu. Usia dede Sal baru 4 tahun tapi rasa penasarannya sangat besar. Contoh suka nanya sampai nyerocos, 'Mah, covid-19 itu apa? Kenapa harus pakai masker? kenapa harus pakai hand sanitizer? Saya sama keluarga coba jelasin sesuai bahasa dan kemampuan tangkap dia. Lucunya juga, kalau ada iklan 'Ingat Pesan Ibu', dia suka ikut nyanyi," kata Evi.

Evi juga mengaku sangat beruntung, karena tak mengalami kesusahan saat mengedukasi sang anak soal wajib 3M. Bahkan sang anak, lanjut Evi, selalu mengikuti apa yang diajarkan keluarga terutama untuk menjaga kebersihan selama pandemi Covid-19.

"Kalau habis main sama temannya, kadang dia kan main di halaman atau apa, pasti itu mah dia sadar minta dianter cuci tangan. Bahkan kalau habis ngegambar dia suka minta dianter cuci tangan juga. Lucunya, dia hapal cara cuci tangan yang bener karena sering keluarga ajarin. Kayak menyeka sela-sela jari, kuku, lucu sekaligus bangga sih lihatnya," kata Evi.

Perempuan berusia 33 tahun itu juga menurutkan, keluarga besarnya memang termasuk pihak yang taat dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19. Karenanya, perilaku hidup bersih dan sadar bahaya Covid-19 tertanam hingga anak cucu.

"Misal, kalau kita bawa dede ke swalayan. Kan ada satpam yang jaga di pintu masuk buat cek suhu tubuh sampai kasih hand sanitizer, terkadang saya lihat anak seusia dede agak takut kalau dideketin thermogun atau males pakai masker lama. Tapi syukur alhamdulillah, Dede Sal nurut banget. Dia sepanjang jalan gak pernah ngeluh mau buka masker, gak kikuk juga kalau dicek suhu tubuh, saking gak rewel soal proses kadang suka dipuji satpam tempat saya belanja," ujarnya.
 

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers