web analytics
  

Pemerintah Diharapkan Subsidi Tes PCR Jemaah Umrah

Minggu, 22 November 2020 20:35 WIB
Umum - Nasional, Pemerintah Diharapkan Subsidi Tes PCR Jemaah Umrah, Umrah,Tes PCR,Subsidi Pemerintah

Umrah. (Saudi Ministry of Media via AP)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berharap pemerintah mensubsidi biaya jemaah umrah selama karantina dan tes PCR atau tes Swab. Harapan ini disampaikan Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) menyusul adanya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman PPIU pada Masa Pandemi Covid-19.

Ketua Umum Sapuhi, Syam Resfiadi mengatakan, dengan adanya KMA Nomor 719 itu ingin pemerintah membantu PPIU. Biaya karantina dan tes PCR disubsidi Kementerian Agama (Kemenag) atau pemerintah.

"Kalau Kemenag tidak punya anggaran, ya minta sama Pak Jokowi, ajukan anggaran itu, jangan lagi dibebankan kepada rakyat atau jamaah, karena disuruh karantina jadi ada bebannya yang bayar jamaah," kata Syam, Minggu (22/11/2020).

Ia mencontohkan, misalnya jemaah umrah dari Bogor dikarantina selama 3 hari dan melakukan tes PCR di Asrama Haji Pondok Gede. Lantas bagaimana dengan transportasi untuk jemaah umrah dari Pondok Gede ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau kami harus menyiapkan bis berarti harus tambah uang lagi, selain untuk karantina dan tes PCR dan makan selama dikarantina, karena setelah tes PCR harus dikarantina, tidak boleh ketemu dengan siapa-siapa lagi jemaahnya nanti bisa tertular (Covid-19) lagi," ujarnya.

Untuk itu, Syam mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk jamaah umrah. Tapi menurutnya selama jemaah bisa menahan diri untuk tidak pergi umrah dulu tidak masalah, sambil menunggu vaksin Covid-19.

Ia mengatakan, vaksin Covid-19 bisa dianggap sebagai alternatif terakhir. Dengan adanya vaksin tidak perlu ada karantina jemaah umrah lagi. Seperti jamaah haji atau umrah yang wajib vaksin meningitis sehingga tidak perlu karantina.

"Sekarang kalau ada vaksin Covid-19 yang wajib, kalau seperti itu kita enak tidak perlu ada lagi karantina dan tes PCR, cukup dengan vaksin Insya Allah antibodi (jemaah umrah) akan kuat (terhadap Covid-19)," jelasnya.

Syam juga mengatakan bahwa KMA tentang PPIU pada Masa Pandemi Covid-19 itu sudah dibuat berdasarkan hasil kajian. Kalau KMA itu sesuatu yang baik untuk semua maka sebaiknya dipatuhi dan dilaksanakan.

"Yang kita tidak inginkan dari PPIU atau asosiasi, jangan menjadi beban baru yang akhirnya menimbulkan biaya, bahkan menambah kerja yang panjang atau prosedur yang panjang kalau membuat peraturan itu seharusnya mempersingkat, bukan memperpanjang birokrasi," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK, Ini Kata Febri Diansyah

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:37 WIB

Mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mempertanyakan kewenangan pegawai di KPK.

Umum - Nasional, Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK, Ini Kata Febri Diansyah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Surat Keputusan (SK),pegawai KPK,Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),Febri Diansyah

Sindiran Bambang Widjojanto Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:24 WIB

Polemik tes wawasan kebangsaan, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, masih mendapatkan sorotan dari b...

Umum - Nasional, Sindiran Bambang Widjojanto Soal SK Pemecatan 75 Pegawai KPK Gagal TWK, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),kpk,TWK

Aksinya Viral di Medsos, 11 Debt Collector Diperiksa Polisi

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:03 WIB

Beredar viral sebuah video yang merekam aksi para debt collector. Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @forumwa...

Umum - Nasional, Aksinya Viral di Medsos, 11 Debt Collector Diperiksa Polisi, debt collector,debt collector viral,video debt collector viral,video viral debt collector

Polri Putarbalikkan 16.537 Kendaraan di 381 Titik Penyekatan

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 09:51 WIB

Petugas kepolisian memutarbalikkan sebanyak 16.537 kendaraan di 381 titik penyekatan yang tersebar di Sumatera, Jawa, hi...

Umum - Nasional, Polri Putarbalikkan 16.537 Kendaraan di 381 Titik Penyekatan, Penyekatan mudik 2021,penyekatan Mudik Ramadan,Penyekatan Jalan,Mudik 2021,Larangan Mudik 2021

Viral Debt Collector Adang Mobil TNI, 11 Pelaku Langsung Disikat

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 09:21 WIB

Viral Debt Collector Adang Mobil TNI, 11 Pelaku Langsung Disikat

Umum - Nasional, Viral Debt Collector Adang Mobil TNI, 11 Pelaku Langsung Disikat, Debt Collector,video viral,Mobil TNI Diadang Debt Collector,Debt Collector Adang TNI,TNI

Siap-Siap, Kartu Prakerja Gelombang 17 Sediakan 44 Ribu Kuota! 

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 08:27 WIB

Saat ini tercatat 44.000 orang yang kepesertaannya dicabut karena tidak membeli pelatihan pertama melebihi batas waktu y...

Umum - Nasional, Siap-Siap, Kartu Prakerja Gelombang 17 Sediakan 44 Ribu Kuota! , Kartu Prakerja Gelombang 17,Kartu Prakerja,Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja,Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu,cara mendaftar Kartu Prakerja

Pergerakan Harga Bahan Pokok Masuki Fase Puncak

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 07:22 WIB

Permintaan masyarakat terpantau melonjak signifikan untuk mempersiapkan kebutuhan perayaan Lebaran. Seiring kenaikan per...

Umum - Nasional, Pergerakan Harga Bahan Pokok Masuki Fase Puncak, harga bahan pangan pokok,kebutuhan perayaan Lebaran,Kenaikan Harga Pangan,harga pangan Bandung,Harga Pangan,Kebijakan larangan mudik,kenaikan harga akhir pekan

Kunci Lebaran dan Berlibur Aman dari Covid-19

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 03:54 WIB

Euforia terkait momen bersilaturahmi bersama keluarga saat Lebaran rentan membuat orang-orang kendor pada protokol keseh...

Umum - Nasional, Kunci Lebaran dan Berlibur Aman dari Covid-19, Kunci Lebaran Aman dari Covid-19,Kunci Berlibur Aman dari Covid-19,protokol kesehatan saat Lebaran,mencegah diri tertular Covid-19,klaster baru penyebaran Covid-19,lonjakan Covid-19 pascalebaran

artikel terkait

dewanpers