web analytics
  

Cara Persib Putar Otak Cari Pemasukan di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 22 November 2020 19:21 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Cara Persib Putar Otak Cari Pemasukan di Tengah Pandemi Covid-19, Persib Bandung,Umuh Muhctar

Komisaris Persib Bandung, Umuh Muhctar. (Istimewa)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Penangguhan Liga 1 2020 akibat pandemi Covid-19 membuat mayoritas klub pusing tujuh keliling untuk mempertahankan roba perekonomian. Bagaimana tidak? Sejak Maret lalu, tim peserta liga harus kehilangan sumber pemasukan terbesarnya dari penjualan tiket lantaran kompetisi terdampak pandemi Covid-19.

Mayoritas klub di Indonesia pun kian dibuat pusing untuk mencari pemasukan demi operasional tim. Pasalnya, para sponsor cukup menarik diri karena tidak adanya pertandingan. Sementara ujian lainnya, klub harus tetap membayar gaji para pemain, pelatih, dan staf lainnya. 

Meski saat ini, pemain dan pelatih masih menerima gaji 25% sesuai dengan kebijakan status kahar kompetisi dari federasi. Sedianya, pemotongan gaji tesebut, demi menjaga stabilitas keuangan klub di masa pandemi. 

Beberapa waktu lalu, PSSI mengeluarkan kebijakan melalui Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. Namun kondisi ini pun masih cukup berat lantaran minimnya pemasukan klub di masa pandemi Covid-19.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muhctar mengatakan, pihaknya cukup profesional dalam mengelola keuangan selama pandemi Covid-19. 

Hal itu dilakukan agar operasional tim bisa tetap berjalan di tengah himpitan pandemi virus corona. Beruntung, Umuh mengatakan, roda perekonomian Tim Maung Banding masih tertolong dengan penjualan jersey original. 

"Ini manajemen yang ngatur, kalau untuk Persib saya lihat masih lumayan (stabilitas keuangan), dilihat dari penjualan Jersey masih lumayan laku," kata Umuh.

Umuh menambahkan, meski pandemi covid-19 membuat sektor perekonomian lesu lantaran berkurangnya daya beli masyarakat. Namun penjualan jersey original cukup membantu laju keuangan Maung Bandung.

Umuh juga menilai, meski tidak ada pertandingan hampir sembilan bulan lamanya, penjualan jersey original skuat Pangeran Biru masih cukup laris manis di masa pandemi.

"Walau tidak ada pertandingan ada aja yang beli. Bahkan ada yamg borong 100, bukan sekali-dua kali," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers