web analytics
  

Masih Bolehkah Pasien Diabetes Konsumsi Makanan Manis?

Minggu, 22 November 2020 15:02 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Masih Bolehkah Pasien Diabetes Konsumsi Makanan Manis?, Makanan manis,Pasien diabetes,karobohidrat kompleks,karbohidrat simpleks

Ilustrasi -- Diabetes. (Pixabay)

AYOBANDUNG.COM -- Bolehkah pasien diabetes mengonsumsi makanan manis? Makanan manis kerap kali dianggap sebagai musuh pasien diabetes melitus .Makanan manis juga cenderung dihindari karena takut membuat kadar gula darah meningkat.

Tapi menurut dokter spesialis gizi klinik, dr. Ade Erni M. Gizi. Sp.GK.,pasien diabetes melitus sebenarnya masih diperbolehkan mengonsumsi makanan manis.

Sebab bagaimanapun juga, tubuh manusia tetap membutuhkan glukosa yang terkandung pada makanan manis.

"Sel-sel dalam tubuh, seperti sel saraf, anak ginjal, kemudian eritrosit, itu sangat perlu glukosa," kata dokter Ade dalam webinat 'Myth and Fact About Nutrition and Sport', Minggu (22/11/2020).

Menurut Ade, jika pasien diabetes melitus terlalu membatasi asupan gula seringkali mengalami hipoglikemi, atau gula darah rendah. Efeknya, pasien menjadi lemas.

"Kalau pasien diabet mengalami hipoglikemi dan dalam keadaan sadar justu obatnya adalah yang manis. Jadi justru pantangan itu diambil dan dimakan dengan catatan pasien dalam kondisi sadar. Apa pun itu mau permen, gula, roti," tuturnya.

Namun, yang sering disalahartikan oleh masyarakat perbedaan antara makanan manis dan karbohidat.

Ade menjelaskan, karbohidrat bisa meningkatkan gula darah. Tetapi karbohidrat terbagi menjadi karbohidrat kompleks dan simpleks.

Ia menyarankan pasien diabetes sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks yang mengandung lebih banyak serat dan nutrisi seperti nasi, kentang, ubi, dan singkong.

Sementara karbohidrat simpleks yang berasal dari gula harus dibatasi asupan per hari.

Agar lebih jelas, Ade menyarankan sebaiknya pasien mengonsultasikan dengan dokter terkait porsi 5 persen gula yang boleh dikonsumsi.

Menurutnya kebutuhan kalori setiap orang pasti berbeda, tergantung dari berat badan, imunitas, juga aktivitas fisik yang dilakukan.

"Makanan manis berasal dari gula masih bisa diberikan kurang dari 5 persen dari kebutuhan kalori orang tersebut. Jadi masih boleh konsumsi teh dengan gula biasa dengan catatan kurang dari 5 persen. Kalaupun masih dibolehkan tetap harus konsumsi obat gula ataupun insulin dengan teratur. Itu yang mengontrol kondisi gula darah," tutupnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers