web analytics
  

7 Jenis Cedera yang Bisa Mendera Pemain Sepak Bola

Minggu, 22 November 2020 12:09 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Olahraga - Sepak Bola, 7 Jenis Cedera yang Bisa Mendera Pemain Sepak Bola, pemain sepak bola,cedera

[ilustrasi] sejumlah cedera yang umum terjadi pada seorang pesepakbola, dari hamstring hingga gegar otak. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sepak bola adalah olahraga yang sangat disukai oleh banyak orang dengan peminat terbanyak pertama di dunia. Bahkan yang meminatinya juga terbilang banyak termasuk di Indonesia.

Dengan bermain sepak bola, pemainnya dapat melatih fisik dan stamina pada tubuh. Namun tak sedikit pemain yang kemudian mengamali insiden sehingga didera cedera. Dikutip dari Revere Health, berikut ini 7 cedera yang dapat membahayakan pemain sepak bola.

1. Ketegangan hamstring

Paha belakang adalah otot yang membentang dari bawah bokong ke belakang lutut. Gejala cedera hamstring biasanya berupa nyeri tajam yang tiba-tiba di bagian belakang paha, sering kali terasa saat berlari atau melakukan tendangan tinggi dan juga gerakan peregangan yang cepat.

2. Ketegangan otot

Ketegangan otot, cedera yang biasa terjadi pada pemain sepak bola. Juga disebut cedera otot yang tertarik atau otot robek, ketegangan otot yang paling umum terjadi pada otot hamstring dan di bagian depan paha.

3. Cedera ligamen lutut

Ligamen adalah suatu jaringan yang  menghubungkan tulang untuk turut membantu kinerja gerak.

- Ligamentum cruciatum anterior (ACL), yang terletak di tengah lutut, mengontrol gerakan maju dan rotasi tulang kering.

- Ligamentum cruciatum posterior (PCL), juga terletak di tengah lutut, mencegah tulang kering meluncur ke belakang.

- Medial collateral ligament (MCL), yang terletak di bagian dalam lutut, memberikan stabilitas pada bagian dalam sendi.

- Lateral collateral ligament (LCL), di bagian luar lutut, memberikan stabilitas pada lutut bagian luar.

Cedera pada ligamen ini mengakibatkan atlet sulit menekuk lutut dengan benar. Mengubah arah secara tiba-tiba saat berlari dan melakukan pukulan langsung ke lutut, dapat menyebabkan cedera pada ligamen lutut.

4. Keseleo pergelangan kaki

Keseleo pergelangan kaki adalah cedera yang sangat umum terjadi dalam olahraga. Gejala keseleo pergelangan kaki dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Seorang pemain sepak bola dapat melanjutkan pelatihan atau bermain dengan keseleo ringan, tetapi seorang atlet yang bermain dengan cedera parah, jika dipaksakan bermain dapat melukai pergelangan kaki atau secara signifikan memperlambat pemulihan dari keseleo pergelangan kaki tersebut.

5. Tendonitis Achilles

Tendonitis Achilles menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan bahkan potensi degenerasi tendon Achilles di bagian belakang pergelangan kaki. Gejalanya bisa akut, sembuh dalam beberapa minggu, atau kronis dan bertahan lama. Tendonitis Achilles akut biasanya lebih menyakitkan dan dapat mencegah seorang atlet masuk ke dalam lapangan. Seorang pemain sepak bola dengan tendonitis Achilles kronis biasanya dapat bermain, tetapi kondisi tersebut akan menyebabkan ketidaknyamanan dan kemungkinan mempengaruhi perfoma pemain.

6. Lutut pelompat

Atau dikenal sebagai tendonitis patela, lutut pelompat menyebabkan nyeri pada tendon yang menempel pada tempurung lutut ke tulang kering. Lutut pelompat adalah cedera akibat kinerja otot berlebihan akibat regangan berulang.

7. Gegar otak

Dari semua olahraga, sepak bola memiliki resiko gegar otak terbesar. Faktanya, semua pemain sepak bola - bahkan mereka yang duduk di bangku SMA - memiliki peluang 75 persen untuk menderita gegar otak. Gegar otak merupakan 7,4 persen dari semua cedera pada pemain sepak bola, menurut National Collegiate Athletic Association (NCAA).

Gegar otak sering terjadi selama tekel, saat kepala terbentur. Gegar otak adalah trauma serius pada otak yang mengubah cara kerjanya. Gegar otak biasanya menyebabkan efek sementara termasuk sakit kepala dan masalah dengan memori, konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi. (Deni Suhendar)

Sumber: Revere Health
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers