web analytics
  

Wali Kota Cimahi Apresiasi Warning Mendagri Soal Pencopotan Kepala Daerah

Jumat, 20 November 2020 22:35 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Wali Kota Cimahi Apresiasi Warning Mendagri Soal Pencopotan Kepala Daerah, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna,Instruksi Mendagri,Tito Karnavian

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. (Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna merasa tidak terbebani dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian yang akan mencopot kepala daerah jik tidak menegakkan protokol kesehatan (prokes) pandemi Covid-19.

Ajay menganggap, ancaman Mendagri itu sebagai warning atau peringatan agar kepala daerah tak melanggar atau salah langkah saat penanganan pandemic Covid-19

"Warning itu adalah hal wajar mengingat Covid-19 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Saya tidak keberatan dengan ancaman sanksi pencopotan kepala daerah dari jabatannya bila gagal dalam menegakkan protokol kesehatan Covid-19," kata Wali Kota Cimahi kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Ajay mengemukakan, instruksi Mendagri sudah jelas pasal dan pelanggarannya. Sehingga menjadi rambu-rambu bagi kepala daerah dalam menjalankan kebijakan.

Tujuannya agar pandemi bisa ditekan dan segera berakhir, mengingat di beberapa daerah di Indonesia angkanya masih tinggi. 

"Sisi baiknya (ancaman pencopotan kepala daerah) akan memacu kepala daerah disiplin dalam penerapan dan pengawasan prokes," ujar Ajay.

Wali Kota Cimahi menuturkan, akan melakukan berbagai upaya disertai kebijakan yang diterapkan untuk menekan penularan Covid-19 di Kota Cimahi. Selain sebagai bukti patuh kepada aturan, juga agar terhindar dari ancaman pencopotan.

"Salah satunya dengan memberlakukan PSBM dengan minta ketegasan wilayah tidak menerima tamu dari luar daerah," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers