web analytics
  

CERITA ORANG BANDUNG: Dony Sukses Kembangkan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi

Jumat, 20 November 2020 22:25 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gaya Hidup - Kuliner, CERITA ORANG BANDUNG: Dony Sukses Kembangkan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi, Bisnis Kuliner,Pandemi Covid-19,Braga,Kawasan Legendaris Braga,Jalan Braga,Kuliner Bandung,Kuliner Bandung Unik,Cerita Orang Bandung

Dony Turdiyana, owner Kita Steamboat & Yakiniku. (istimewa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Saat badai Covid-19 datang, hampir seluruh sektor usaha di Tanah Air maupun di seluruh bagian dunia rontok. Untuk meredam dan memutus mata rantai pandemi, pemerintah terpaksa menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tak pelak, roda perekonomian nasional lumpuh. Sebagian besar usaha gulung tikar. Sebagian pengelola dan pemilik usaha bertahan walau menghentikan usaha. Pemutusan hubungan kerja, lengangguran meningkat di seantero negeri.

Beruntung, masih ada sebagian orang yang berjiwa kewiraswastaan kuat, mampu mengubah bencana menjadi keberuntungan. Salah satu di antara mereka adalah Dony Turdiyana.

Dony melihat usaha kuliner menjadi salah satu usaha yang relatif tahan menghadapi bencana. Pemilihan tempat untuk usahanya pun, tak sembarangan. Dony membuka usaha Jalan Braga, kawasan memang terkenal dengan salah satu pusat wisata berkelas di tengah ota Bandung yang banyak dikunjungi masyarakat lokal hingga wisatawan. 

"Ketika orang lain gulung tikar tapi ini buka kedai saat pandemi, kalau saya sih prinsipnya begini. Ketika di masa pandemi ini dari sekian banyak bisnis yang saya jalanin, yang peluang relatif terbuka untuk ritel baru kuliner. Makanya kemarin sedikit memaksakan aja karena yang namanya bisnis harus ada nekatnya tapi optimis. Makanya saya nyari produk apa yang cocok," kata Dony kepada Ayobandung.com.

Dony mengakui, berkecimpung di dunia kuliner memang baru lima tahun terakhir. Sebelumnya dia memiliki kedai kopi dan Bakso di sekitaran Taman Pramuka, Kota Bandung. Dia pun mengakui, sempat membawa konsep kuliner terdahulunya untuk dijajakan di kawasan Braga. Tanpa diduga konsep bisnisnya tidak cocok lantaran pangsa pasar yang berbeda. 

Namun insting Dony tak redup. Dony pun mendapat berbagi ide peluang bisnis dengan saudaranya yang merintis usaha kuliner kekinian di daerah Bekasi tepatnya di Galaxy dan kota wisata, Cibubur. Singkat cerita, setelah melihat peluang, Dony berkerja sama dengan sistem bagi saham dengan saudaranya dan membuka kedai kuliner khas Jepang dengan merek, Kita Steamboat & Yakiniku.

"Mungkin orang berpikir tutup di Taman Braga pindah ke Braga, orang lain mungkin mikirnya di Taman Pramuka aja udah cukup mahal apalagi ini Braga, mikirnya kan begitu. Tapi saya pikir, saya lihat peluang, saya jalan-jalan di Braga dan mikir ini bisa dimanfaatin khususnya weekend, (bisnis) itu bisa dari pagi sampai malam, hidup terus," ungkap Dony.

Dony mengatakan, usaha kuliner yang dirintisnya itu memang barubseumur jagung. Dia membuka Kita steamboat dan yakiniku pada akhir Oktober 2020 bertepatan dengan momen super long weekend waktu itu. 

Dony mengakui, untuk kunjungan Weekdays memang terbilang masih standar. Namun dia mengatakan, bisnisnya akan banyak diburu ketika waktu memasuki jam makan siang, atau waktu menjelang sore hingga malam. Apalagi hal yang menggiurkan untuk berbisnis di kawasan Braga, kata Dony, adakan ketika momen akhir pekan tiba. 

"Kalau weekend itu bisa dari siang sampai ke malam full. Apalagi makanan ini adalah makanan keluarga sebenernya. Anak-anak, orang tua, dewasa, masuk. Kalau buat yang gak suka pedes ada sup kaldunya, ada sayurnya, dagingnya, sosis, macem-macem dan anak-anak pun suka. Apalagi sekarang ini, target market yang utama itu keluarga sama anak muda, itu aja kuncinya," kata Dony.

Dony menyadari, nenjalankan bisnis di tengah pandemi menjadi satu tantangan berat karena kondisi perekonomian yang tidak stabil. Banyak pekerja yang terkena dampaknya, entah itu di PHK, gaji tidak dibayar, dan dipotong dalam persentase tertentu. Kondisi inilah yang membuat banyak orang berlomba untuk berbisnis, dengan harapan bisa menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Namun Dony memiliki alasan kuat membuka bisnis kuliner di tengah pandemi. Dia berprinsip bisnis kuliner tidak ada matinya. Sampai kapan dan dalam kondisi apapun bisnis ini akan tetap berjalan karena manusia butuh makanan untuk menjaga kelangsungan hidupnya, baik hari ini, esok, dan seterusnya. Untuk jenis kulinernya pun, dari makan berat, minuman, atau jajanan memiliki peluang yang sama.

"Dan bisnis kuliner, orang butuh makan, apalagi anak muda, mereka sekarang carinya adalah tempat yang instagramable, tempat yang bisa buat foto, selfie tapi harga terjangkau. Makanya saya lihat peluang itu dan produk ini cukup bagus harganya juga relatif terjangkau," katanya.

Karenanya ke depan, Dony mengaku, akan mengembangkan konsep bisnisnya. Selain membuka kedai, dirinya juga akan membuat konsep bisnis online dan layanan pesan antar sehingga semakin disukai oleh konsumen. 

"Karena zaman sekarang online, offline itu harus jalan. Makanya dibilang orang lain tutup atau banyak yang gulung tikar, tapi ini justru buka, saya bukan mau memaksakan, tapi saya cuma melihat bahwa mungpung ada peluang, orang lain tiarap, siapa tahu saya bisa nyalip untuk kemudian akhirnya bisa muncul," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers