web analytics
  

Cisayong, Desa Penuh Inovasi Bangkitkan Ekonomi Masyarakat dengan Kreasi

Sabtu, 21 November 2020 18:47 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Cisayong, Desa Penuh Inovasi Bangkitkan Ekonomi Masyarakat dengan Kreasi, wisata,kabupaten tasik,tasikmalaya,Tasik,objek wisata,Desa Cisayong

Kampung Kolecer, Desa Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya (Ayotasik/Irpan)

CISAYONG, AYOBANDUNG.COM -- Tahun 2017 lalu, Lapangan Sakti Lodaya yang berada di Desa dan Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya menyedot perhatian warga. Pasalnya, lapangan sepakbola yang dulunya hanya dipakai untuk gelaran pasar malam dan belajar kendaraan merubah total menjadi stadion berstandar FIFA.

Menghabiskan anggaran Rp 1,3 Miliar, Pemdes Cisayong merubah wajah Lapangan Sakti Lodaya menjadi lapangan sepakbola megah. Dengan menggunakan rumput berstandar FIFA, kini Lapangan Sakti Lodaya mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (Pades) puluhan juta perbulan.

Tidak sampai disitu, terobosan lainnya dibuat Pemdes Cisayong dengan membuka Kampung Kolecer di Kampung Wangun. Kreasi ratusan kolecer menghiasi setiap sudut kampung, mulai dari kolecer original hingga kolecer kreasi.

Kampung Kolecer ini pun mampu menjadi daya tarik wisata. Setiap hari terlebih saat akhir pekan, ribuan warga dari Tasikmalaya maupun luar daerah mengunjungi Kampung Kolecer untuk melihat dari dekat berbagai kreasi kolecer dan kesejukan alam khas perbukitan.

Maman (40) warga Kampung Wangun menuturkan, adanya Kampung Kolecer sangat menguntungkan warga . Terutama pada meningkatnya perekonomian warga karena banyaknya para pengunjung. Hampir di setiap jalan yang dilalui, warga mendirikan warung-warung kecil sekedar untuk menyiapkan tempat para pengunjung beristirahat.

“Alhamdulilah, Kampung Kolecer gagasan dari pemerintah desa ini mampu meningkatkan perekonomian warga disni. Saya bangun warung kecil-kecilan dan alhamdulilah bisa mendapatkan pendapatan,” ucap Maman, Sabtu (21/11/2020).

Hal senada dikatakan Maryati (45) warga Kampung Kolecer. Saat pandemi Covid-19, banyak warga yang kehilangan pendapatan. Namun setelah kenormalan baru dan tempat wisata dibuka kunjungan oleh pemerintah, perlahan warga Kampung Kolecer bisa kembali berpenghasilan.

“Kalau lagi ramai itu sehari bisa kita kantongi uang 200 hingga 400 ribu per hari. Bahkan ada kemarin tamu dari Bandung sengaja datang untuk melihat Kampung Kolecer, “ ucap Maryati. 

Editor: Arditya Pramono

artikel terkait

dewanpers