web analytics
  

Ridwan Kamil Minta Pemimpin Organisasi Jaga Lisan Selama Pandemi

Jumat, 20 November 2020 22:21 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Ridwan Kamil Minta Pemimpin Organisasi Jaga Lisan Selama Pandemi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Pandemi Covid-19,Jaga Lisan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau agar para pemimpin di level komunitas untuk dapat menjaga lisan di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan dampak negatif.

"Saya imbau kepada masyarakat, kepada para pemimpin di level komunitas, partai, dan wilayah untuk menjaga lisan, menjaga tindakan selama Covid-19," ungkapnya di Bareskrim Polri, Jumat (20/11/2020).

Ia meminta agar para pemimpin tersebut dapat senantiasa bertutur kata dengan baik, serta mencontohkan perilaku yang inspiratif. Ia juga berharap agar pelanggaran protokol kesehatan dalam acara yang mengundang kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa hari lalu, dapat menjadi pelajaran bersama.

"Kata-katanya yang sejuk gitu. bukan yang bikin ngamuk. Tindakannya yang inspiratif, bukan yang provokatif. Kalau mau bahas pelanggaran, pelanggaran yang lain juga banyak. Semoga ini menjadi hikmah," ungkapnya.

Ia mengatakan, pada prinsipnya pemerintah memperkenankan penyelenggaraan acara oleh masyarakat dengan mengundang warga lainnya. Asal senantiasa mentaati aturan-aturan yang berlaku di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk berkegiatan asal AKB, Maulidan boleh, tapi AKB. Jangan pakai pola lama," ungkapnya.

Pasalnya, bila aturan protokol kesehatan dilanggar, maka hal tersebut akan menimbulkan sejumlah konsekuensi. Mulai dari kesehatan masyarakat yang terancam hingga munculnya dinamika pergeseran kepemimpinan.

"Akibatnya kan lima orang kena Covid-19. Dua kapolda tergeser oleh tindakan-tindakan itu. Berempatilah pada polisi dan keluarganya, berempatilah pada dokter dan tenaga kesehatan," ungkapnya.

Emil, sapaan Ridwan Kamil siang itu memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait kerumunan massa penyambutan Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor beberapa hari lalu. Keterangan tersebut terkait pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi selama acara berlangsung.

Selain Emil, 10 orang lainnya akan diperiksa di Polda Jabar terkait kasus yang sama. Mereka adalah Kades Sukagalih Megamendung, Alwasyah Sudarman; Ketua RW 03, Agus; Camat Megamendung, Endi Rismawan; Kasatpol PP Pemda Bogor, A. Agus Ridallah; dan Panitia Acara, Muchsin Alatas.

Kemudian Kades Kuta, Kusnadi; Ketua RT 01 Marno; Bupati Bogor, Ade Yasin; Sekda Bogor, Burhanudin; dan pihak Bhabinkamtibmas, Aiptu Dadang Sugiana. Diketahui, sebanyak 5 orang peserta acara di Megamendung dinyatakan positif Covid-19.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers