web analytics
  

Dimintai Keterangan 10 Jam, Sekda Bogor Dicecar 50 Pertanyaan

Jumat, 20 November 2020 21:34 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Dimintai Keterangan 10 Jam, Sekda Bogor Dicecar 50 Pertanyaan, Polda Jabar,Sekda Bogor Burhanudin

Sekda Bogor Burhanudin. (Fichri Hakiim)

GEDE BAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Bogor Burhanudin pada hari ini, Jumat (20/11/2020). Burhanudin dimintai keterangan oleh polisi berkaitan dengan acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Burhanudin dimintai keterangan di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar sejak sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Saat di Polda Jabar, Burhanudin didampingi dengan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor A. Agus Ridallah.

Burhanudin dan Agus selesai dimintai keterangan sekitar pukul 20.00 WIB. Burhanudin mengaku sudah menyampaikan seluruh informasi mengenai kegiatan di Megamendung kepada penyidik.

"Intinya, itu dan kami sudah laporkan dan sudah sampaikan beberapa pertanyaan klarifikasi yang diminta dari Gugus Tugas Kabupaten Bogor," ujarnya di Polda Jabar, Jumat (20/11).

Burhanudin menuturkan, dirinya dicecar sekitar 50 pertanyaan. Ia juga berharap keterangan yang diberikan dapat membantu pihak kepolisian. "Saya 50 pertanyaan dari identitas sampai penutup," tambah Burhanudin. Sementara itu, Agus Ridallah dicecar 34 pertanyaan oleh penyidik.

Disinggung soal izin kegiatan, Burhanudin mengatakan, pihaknya tak pernah memberikan izin kegiatan. Selain itu, dari pihak panitia penyelenggara pun tak pernah melapor ke Gugus Tugas setempat atau ke pihak kepolisian.

"Kami dari Gugus Tugas tidak pernah mengeluarkan perizinan dan dari panitia tidak pernah mengajukan periziinan ke Gugus Tugas maupun ke Kapolres," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan Habib Rizieq di Megamendung, Kabupaten Bogor, menciptakan kerumunan. Dari foto yang beredar, terlihat massa mengabaikan protokol kesehatan dan tidak mengenakan masker. Akibat kegiatan tersebut, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai tak tegakkan protokol kesehatan. 

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers