web analytics
  

Kabupaten Bandung Zona Merah, Masyarakat Diminta Saling Ingatkan Prokes

Jumat, 20 November 2020 15:51 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Kabupaten Bandung Zona Merah, Masyarakat Diminta Saling Ingatkan Prokes, Kabupaten Bandung Zona Merah,zona merah jabar,Satpol PP,protokol kesehatan covid-19

Warga mengenakan masker saat beraktivitas di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (4/9/2020). Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan aturan terkait denda administratif sebesar Rp100.000 bagi warga yang tidak mengenakan masker di area publik Kota Bandung. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 43 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam rangka pencegahan dan pengendalian virus corona (Covid-19). Perwal tersebut dikeluarkan untuk merevisi aturan sebelumnya yaitu Perwal Nomor 37 Tahun 2020. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Bandung ditetapkan sebagai zona merah covid-19 karena adanya klaster pesantren. Masyarakat diminta saling mengingatkan protokol kesehatan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Kawaludin mengatakan, pihaknya akan melakukan pengetatan penegakan protokol kesehatan supaya penyebaran covid-19 bisa ditekan.

"Pembubaran acara bisa saja kami lakukan apabila tidak menerapkan protokol kesehatan," tutur Kawaludin, Jumat (20/11/2020).

Namun dengan jumlah penduduk mencapai 3,7 juta jiwa ditambah dengan sumber daya manusia di tubuh Satpol PP yang tidak terlalu banyak, penegakan aturan hanya berdampak kecil.

Kawaludin berharap ada kerja sama masyarakat untuk sadar dalam penerapan protokol kesehatan.

"Saat ini Kabupaten Bandung masuk zona merah. Ada klaster pesantren dan keluarga. Mungkin ini karena ada kelengahan protokol kesehatan. Kami imbau masyarakat bisa lebih taat lagi," ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta saling mengingatkan satu sama lain apabila menemukan orang yang tidak patuh dalam menerapkan 3 M. Terutama mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Mari sama-sama saling mengawasi dan mengingatkan dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, klaster baru covid-19 bisa ditekan," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers