web analytics
  

Jelang Ashar, Ridwan Kamil Masih Dimintai Keterangan oleh Bareskrim

Jumat, 20 November 2020 15:47 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Jelang Ashar, Ridwan Kamil Masih Dimintai Keterangan oleh Bareskrim, Ridwan kamil,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab,Polda Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan telah mengajukan jatah 3 juta dosis vaksin untuk warga wilayah Bodebek. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Hari ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol Covid-19 di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Ia tiba di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada sekitar pukul 09.40 WIB.

Hingga sore ini, proses klarifikasi masih berlangsung. Sebelumnya, Emil, sapaan Ridwan Kamil sempat mengikuti Salat Jumat di masjid Mabes Polri.

"(Klarifikasi) sampai pukul 11.30 WIB tadi. Kemudian ishoma (istirahat, sholat, makan) dan beliau (Ridwan Kamil) juga melaksanakan Salat Jumat di Masjid Mabes Polri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Jumat (20/11/2020).

Ahmad menambahkan, setelah ishoma, klarifikasi kembali dilanjutkan dan masih berlangsung hingga berita ini ditulis pukul 14.50 WIB atau jelang ashar.

Soal perkembangan klarifikasi, Ahmad tidak memberi penjelasan lebih lanjut. Nantinya,hal tersebut akan disampaikan secara resmi oleh Kepala Biro (Karo) Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri setelah klarifikasi selesai.

"Rekan-rekan wartawan mohon bersabar karena pemeriksaan masih berlangsung, nanti perkembangan klarifikasi Gubernur Ridwan Kamil akan di-up date oleh Bapak Karo Penmas," ungkapnya.

Beda dengan Jakarta

Diberitakan sebelumnya pemanggilan tersebut bertujuan untuk menggali klarifikasi soal pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi. Selain dirinya, sejumlah kepala daerah lain termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun turut dipanggil.

"Terkait dinamika masalah kerumunan sejak dari bandara, di Jakarta dan ada acara peletakan batu pertama masjid di Bogor memang jadi perhatian publik. Walaupun dalam kacamata saya, dinamika kerumunan-kerumunan ini terjadi juga di masa-masa sebelumnya," ungkapnya.

Kerumunan massa tersebut menjadi atensi besar, ia mengatakan, karena berkaitan dengan sosok Rizieq Shihab yang kembali muncul di tanah air.

Padahal, ia mengatakan situasi di Jabar berbeda dengan DKI Jakarta. Teknis perizinan acara berada di bawah kendali bupati/wali kota masing-masing daerah.

"Ekses (dari peristiwa) itu, kepolisian meminta klarifikasi dari berbagai pemimpin wilayah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa tadi. Walaupun latar belakang dan asal-muasal situasinya itu tidak bisa dipersamakan (dengan DKI Jakarta)," jelasnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers