web analytics
  

Psikolog Ungkap Tip Didik Anak Taat Protokol Kesehatan

Jumat, 20 November 2020 15:46 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Sehat, Psikolog Ungkap Tip Didik Anak Taat Protokol Kesehatan, Stephanie Reihana,Psikolog,Protokol Kesehatan,Cara Mengajak Anak Terapkan Protokol Kesehatan,Pandemi Covid-19,Pola Asuh Anak

[Ilustrasi] Sosialisasi protokol kesehatan kepada anak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Mengajak anak-anak untuk menaati protokol kesehatan adalah tantangan tersendiri. Pasalnya, anak belum sepenuhnya memahami konsep dan konsekuensi penularan Covid-19 di masyarakat.

Diperlukan cara yang lebih efektif dibanding sekadar memberi nasihat, yakni dengan mencontohkan perilaku taat protokol kesehatan secara konsisten.

Hal tersebut disampaikan Psikolog Universitas Islam Bandung (Unisba), Stephanie Reihana. Dia mengatakan, anak adalah peniru ulung yang akan dengan mudah menuruti perilaku orang tuanya.

"Anak itu paling gampang sebenarnya, bagaimana contohnya saja. Kata kunci mendidik anak itu adalah dengan contoh. Kalau orang tuanya memberi contoh, anak akan mengikuti," ungkapnya pada Ayobandung.com belum lama ini.

Dia mengatakan, ketaatan sang anak juga akan terbentuk apabila contoh yang diberikan orang tuanya dilakukan secara konsisten. Selain itu, orang tua harus senantiasa mengajak anak untuk ikut melakukannya dengan bahasa yang sederhana.

"Kalau setiap hari melihat ibunya pakai masker, dan ibunya juga mengajak semua pakai masker itu tidak sulit. Saat salaman, bisa diberi tahu salamannya sekarang tidak pakai tangan, tapi dari jauh. Misalnya dengan kissbye atau semacamnya," ungkapnya.

Hal-hal sederhana tersebut, kata dia, dapat diadopsi sang anak apabila kedua orang tua dan orang di sekitar sang anak juga melakukan hal serupa dengan konsisten. Selama anak berada dalam lingkungan yag terkontrol untuk menerapkan 3M, hal tersebut akan mudah untuk diikuti.

"Kalau di rumah, di lingkungan keluarga dan sekitarnya sebenarnya masih terkontrol. Asal saling jaga tidak masalah," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers