web analytics
  

70.000 KPPS Akan Dites Covid-19, Ini Cara Dinkes Cegah Penumpukan Orang

Jumat, 20 November 2020 15:15 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, 70.000 KPPS Akan Dites Covid-19, Ini Cara Dinkes Cegah Penumpukan Orang, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),Rapid test,Swab Test

Petugas Gugus Tugas Covid-19 Jabar mengambil sampel darah saat menggelar rapid test peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN) di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Selasa (7/7/2020). Sebanyak 164 orang diantaranya 119 peserta dan 45 orang panitia mengikuti rapid test setelah melaksanakan UTBK SBMPTN 2020. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya sampling tracing Covid-19 di lingkungan UTBK Jabar. (Ayobandung.com/Irfan AI-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM – Sebanyak 70.000 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas TPS akan menjalani rapid test dan swab test.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengatakan, mereka akan diperiksa selama satu pekan mulai 25 November 2020.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah mencegah adanya penumpukan orang dalam satu tempat saat tes yang berisiko menyebarkan covid-19.

"Kami sudah menyusun rencana saat pemeriksaan kesehatan supaya tidak terjadi penumpukan," tutur Grace, Jumat (20/11/2020).

Pemeriksaan atau tes covid-19 terhadap petugas KPPS dan Pengawas TPS tersebut akan dilakukan di 62 puskesmas se-Kabupaten Bandung.

"Kami juga melakukan penjadwalan berdasarkan desa," katanya.

Setiap desa dibagi lagi dalam waktu tertentu. Dengan menejemen waktu tersebut diharapkan tidak terjadi penumpukan orang dalam satu tempat dan waktu yang sama.

"Kami harapkan teman-teman KPPS dan Pengawas TPS untuk datang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jangan datang terlambat atau datang bukan pada waktunya," imbaunya.

Selain bisa terjadi penumpukan, jika datang tidak sesuai jadwal dan waktu yang telah ditetapkan, akan berdampak juga kepada petugas pemeriksa.

Grace menjelaskan, pihaknya telah mengatur waktu dan sumber daya manusia seketat mungkin. Apabila ada orang yang akan diperiksa datang bukan pada jadwalnya akan berpengaruh terhadap menejemen waktu yang telah disiapkan.

"Teman-teman yang melakukan pemeriksaan itu mengenakan APD lengkap. Maksimal menggunakan APD itu hanya 4 jam. Kalau lebih kasian mereka," tuturnya.

Selama 4 jam itu, petugas medis tidak bisa makan, minum, bahkan ke toilet. Jika dilepas, APD harus diganti dengan yang baru.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers