web analytics
  

Polrestabes Bandung Sita 2,5 Ton Sarung Tangan Medis Daur Ulang

Jumat, 20 November 2020 12:30 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Polrestabes Bandung Sita 2,5 Ton Sarung Tangan Medis Daur Ulang, Polrestabes Bandung,Sarung tangan bekas,Limbah Medis B3,Limbah Medis,Sarung tangan

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menunjukkan barang bukti sarung tangan bekas limbah medis yang diedarkan dan dijual kembali, (Ayobandung.com/Fichrii Hakim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Polsek Bandung Kidul menangkap seorang wanita yang memproduksi sarung tangan bekas limbah medis. Sebanyak 2,5 ton sarung tangan bekas turut disita.

Pelaku bernama Grace Rani diamankan petugas kepolisian lantaran mendaur ulang sarung tangan berbahan karet yang kerap kali digunakan di dunia medis. Sarung tangan bekas berbahan karet itu rencananya akan dijual dan diedarkan lagi.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pelaku mengaku sudah melakukan aksinya selama satu bulan. Namun, jika dilihat dari barang bukti, pelaku sudah beraksi selama sekitar enam bulan.

"Setelah dikemas, barang lalu dijual oleh pelaku dengan harga Rp60.000 hingga Rp70.000 untuk satu dus kotaknya. Kami mengamankan barang bukti sarung tangan dengan berat 2,5 ton. Pelaku melakukan aksinya dengan motif mencari keuntungan semata," jelas Ulung, Jumat (20/11/2020).

Kini, lanjut Ulung, pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. "Jadi, bekas sarung tangan dikumpulkan lagi, lalu direkonstruksi seolah-olah jadi baru, padahal itu sudah bekas," tuturnya.

Barang bukti sarung tangan bekas limbah medis yang diedarkan dan dijual kembali, (Ayobandung.com/Fichrii Hakim)

Ulung menjelaskan, pelaku juga mempekerjakan 178 karyawan dalam proses mendaur ulang sarung tangan bekas tersebut. Kemudian, sarung tangan yang sudah didaur ulang lalu diedarkan pelaku hingga ke wilayah Jakarta dan Surabaya.

Bahkan, lanjut Ulung, tak menutup kemungkinan sarung tangan tersebut diedarkan kepada tenaga medis. Usai didaur ulang, sarung tangan bekas tersebut dikemas oleh pelaku dan dimasukan ke dalam kotak yang berisi 100 buah sarung tangan.

"Dilihat dari barangnya, mungkin sama persis (dengan yang baru), karena awalnya mungkin dia asli dari medis, jadi diperbarui lagi," jelas Ulung.

Akibat perbuatannya, pelaku Grace Rani terancam pasal berlapis, diantaranya Pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan ayat 2 UU RI No. 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen dan di ancaman dengan pidana penjara selama 5 tahun.

Lalu pasal 197 jo 105 ayat 1 UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, diancaman dengan pidana penjara selama-lamanya 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 Miliar.

Tak hanya itu, pelaku juga diancam dengan pasal mempekerjakan anak. "Dikenakan juga Pasal Mempekerjakan anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 185 jo 68 UU Rl No. 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," katanya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers