web analytics
  

Pasien Covid-19 Melonjak, RSHS Bandung: Jangan Langsung Rujuk

Jumat, 20 November 2020 12:23 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Pasien Covid-19 Melonjak, RSHS Bandung: Jangan Langsung Rujuk, RSHS Penuh,RSHS Covid-19,Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS),Update Corona Bandung

RS Hasan Sadikin. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Jawa Barat yakni Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengalami lonjakan kasus pasien positif. Sebanyak 97 dari 119 tempat tidur pasien Covid-19 telah terisi.

Angka tersebut berpotensi terus meningkat, mengingat kasus Covid-19 di Kota Bandung maupun Jabar masih terus bertambah. Pihak RSHS pun meminta masyarakat dan rumah sakit lainnya lebih selektif memilih tempat perawatan pasien Covid-19.

"RSHS adalah rumah sakit tipe A, rumah sakit rujukan tertinggi. Artinya, pasien-pasien yang datang itu yang punya komplikasi, comorbid (penyakit penyerta) yang kondisinya moderat sampai kritis. Itu yang kita tangani sesuai sumber daya yang ada," ungkap Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum RSHS drg Muhammad Kamaruzzaman, M.Sc., di RSHS Bandung, Kamis (19/11/2020).

Dia meminta agar masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 untuk terlebih dahulu memeriksakan diri di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Dari sana, pasien akan dievaluasi apakah membutuhkan perawatan lanjutan di RSHS.

"Masyarakat yang punya gejala, disarankan untuk berobat dulu ke rumah sakit terdekat, agar penanganannya lebih cepat," ungkapnya. "Kedua, agar bisa dilakukan eavaluasi terlebih dahulu oleh rumah sakitnya, apakah benar-benar membutuhkan perawatan rujukan."

Pasalnya, bila warga langsung mendatangi RSHS untuk perawatan Covid-19, kemungkinan mereka akan menunggu di ruang IGD untuk waktu yang lama. Dia juga meminta agar rumah sakit-rumah sakit lain dapat memaksimalkan Sisrute (Sitem Informasi Rujukan Terintegrasi) sehingga pasien yang dirujuk dapat tertangani sesuai kapasitas yang tersedia.

"Kami imbau agar rumah sakit-rumah sakit tidak langsung merujuk ke kita. Pakailah Sisrute sehingga bisa melihat kepastian fasilitas yang ada disamping kami akan lakukan evaluasi, dan pasien bisa ditangani segera sesuai indikasi medisnya," ungkapnya.

Masyarakat pun diminta turut membantu menekan jumlah pasien positif Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Kelalaian penerapan 3M, kata dia, adalah penyebab melonjaknya pasien Covid-19 di rumah sakit.

"Masyarakat mohon tetap jaga kesehatan, jangan kendor 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan menjauhi kerumunan. Ini jadi satu titik yang menyebabkan pasien di rumah sakit meningkat," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers