web analytics
  

Vietnam Bintang Ekonomi Asia Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 20 November 2020 09:56 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Vietnam Bintang Ekonomi Asia Selama Pandemi Covid-19, Vietnam,Indonesia vs Vietnam,Pandemi Covid-19

Warga Vietnam di tengah pandemi Covid-19. (Reuters/Kham)

HANOI, AYOBANDUNG.COM -- Vietnam menjadi salah satu negara yang berhasil meminimalisir dampak Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonominya. Macan baru ekonomi Asia ini menjadi negara satu-satunya yang tetap berkembang di Asia Tenggara.

Disitat dari BBC, Menurut International Monetary Fund (IMF) ekonomi Vietnam tumbuh 2,4% tahun ini.

IMF memuji aksi Vietnam dalam menahan dampak pandemi terhadap perekonomian negaranya. IMF pun memprediksi pemulihan ekonomi pada tahun 2021 mencapai 6,5% dengan proyeksi pertumbuhan karena berlanjutnya normalisasi ekonomi domestik maupun asing.

Vietnam dipuji berkat tindakan sigapnya dalam mengendalikan kasus corona meskipun kekurangan infrastruktur kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, Vietnam hanya memiliki 1.288 kasus positif dan 35 kematian.

Vietnam dinilai sangat cepat dalam mengembangkan uji coba dan mengkombinasikannya dengan pelacakan kontak untuk mengontrol angka kasus.

Sebenarnya, Vietnam mengalami pertumbuhan yang lebih lambat khususnya di sektor pariwisata. Namun mereka berhasil menghindari dampak terburuk akibat pandemi.

Work from Home : Rejeki Nomplok

Sejumlah faktor telah meredam isu tersebut,

Menurut Michael Kokalari, kepala ekonom Vinacapital, sebuah perusahaan investasi berbasis Vietnam kesuksesan negaranya itu disumbang sejumlah faktor.

Nampaknya rejeki nomplok tak terduga datang dari meningkatnya jumlah orang yang bekerja di rumah.

“Orang-orang membeli laptop atau perabotan kantor baru untuk bekerja dan menghabiskan waktu di rumah. Nah, kebanyakan produk itu berasal dari Vietnam,” ujar Kokalari pada BBC.

Berbeda dengan 2019, ekspor Vietnam ke AS meningkat sebesar 23%, dengan ekspor elektronik yang naik 26%, dalam tiga kuartal pertama 2020.

Tariffs Woes (Permasalahan Tarif)

Sektor manufaktur Vietnam berkembang pesat selama dekade terakhir. Banyaknya perusahaan yang pindah dari Cina karena biaya SDM yang makin mahal.

Perang dagang antara AS – Cina berdampak pada hilangnya produksi di Cina dengan sejumlah tarif ekspor yang diberlakukan.

Banyak perusahaan multinasional memilih Vietnam termasuk raja teknologi global, Apple dan Samsung.

Apple berencana memproduksi high-end earphone studio Airpods di Vietnam.

Kokalari menjelaskan, pandemi juga mendorong banyak perusahaan mempertimbangkan manufaktur Vietnam karena kebutuhan diversifikasi rantai pasokan mereka.

“Ketika Covid datang, Anda mengira memiliki supply chain global. Ternyata Anda hanya memiliki pasokan dari Cina dan tidak dapat memproduksi lagi. Nah, itu masalah yang jauh lebih penting dan dapat memicu emosi,” jelasnya. (Siti Nurul Pajriati/Magang)

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers