web analytics
  

Instal Aplikasi Muslim Pro, Kini Ridwan Kamil Menghapusnya

Kamis, 19 November 2020 15:50 WIB
Bandung Raya - Bandung, Instal Aplikasi Muslim Pro, Kini Ridwan Kamil Menghapusnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Ridwan Kamil,Muslim Pro,Militer AS

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) didampingi Istri Attalia Praratya Kamil (kiri) saat mengikuti rangkaian uji klinis tahap 1 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020). Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil menjalani rangkaian Uji Klinis Vaksin Covid-19 tahap awal yaitu pemerikaan kesehatan dan swab test sebelum menjalani penyunyikan vaksin Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera menghapus aplikasi Muslim Pro yang diduga telah menjual data pengguna kepada militer Amerika Serikat.

Ridwan Kamil mengakui bahwa aplikasi Muslim Pro sangat bagus dan telah digunakannya sejak lama. Namun mengetahui bahwa aplikasi tersebut telah disalahgunakan, Ridwan Kamil tampak kecewa.

"Saya termasuk pengguna harian apps yang populer ini (Muslim Pro) karena memang bagus sekali. Namun jika disalahgunakan, tentunya itu melanggar hal fundamental yaitu privasi data dan lokasi pengguna," kata Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (19/11/2020).

Dia mengaku telah mengetahui, bahwa pihak Muslim Pro telah membantah tuduhan menjualbelikan data pengguna aplikasi Muslim Pro kepada militer AS. Namun, meskipun bukan dijual oleh pihak Muslim Pro, kenyataan bahwa pihak ketiga yang menjual kepada Militer AS tetap saja mengkhawatirkan.

"Sudah ada bantahan dari apps Muslim pro. Namun yang diduga menyalahgunakan adalah pihak ke-3 yang terikat kontrak dengan apps ini. Selama hubungan dengan pihak ke-3 terduga ini belum diputus, maka kekhawatiran penyalahgunaan itu masih ada," katanya.

Dia pun mengimbau masyarakat, khususnya Jawa Barat, sementara waktu berpindah pada aplikasi lain.

"Sementara mari pindah ke apps yang lain, sampai ada kepastian terkait perlindungan privasi pengguna. Namun apapun itu semua kembali ke pilihan masing-masing. Tugas saya hanya mengingatkan dan memberi perlindungan kepada warga tercinta saya," ucapnya.

Kabar jual beli data lokasi pengguna aplikasi Muslim Pro pertama kali dilaporkan majalah online, Motherboard. Menurut Motherboard, aplikasi tersebut dibeli dan digunakan oleh Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), sebuah divisi militer yang bertanggung jawab atas kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, untuk membantu operasi pasukan khusus di luar negeri.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers