web analytics
  

Elon Musk Geser Zuckerberg Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia

Kamis, 19 November 2020 11:37 WIB
Umum - Internasional, Elon Musk Geser Zuckerberg Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia, CEO Tesla Elon Musk,Elon Musk,Mark Zuckerberg,Kekayaan Mark Zuckerberg,Kekayaan Elon Musk,Orang terkaya

Elon Musk menggeser posisi Mark Zuckerberg sebagai orang terkaya ketiga di dunia. (Instagram/@elonmusk)

NEW YORK, AYOBANDUNG.COM -- Pengusaha Elon Musk menggeser posisi Mark Zuckerberg sebagai orang terkaya ke-tiga di dunia. Kekayaan Musk melonjak setelah saham Tesla masuk dalam daftar S&P 500.

Dilansir dari New York Post, saham Tesla pada Selasa (17/11/2020) melonjak lebih dari 8% di tengah berita benchmark indeks bursa saham AS ini akhirnya menambahkan Tesla dalam daftar S&P 500.

Lonjakan tersebut menambahkan jumlah kekayaan Musk lebih dari 7,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 109,98 triliun (kurs Rp 14.100 per dolar AS), berdasarkan Indeks Miliarder Bloomberg.

Penambahan ini membuat jumlah kekayaan Musk secara bersih hampir mencapai 110 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.551 triliun. Namun, jumlah tersebut masih tertinggal dari kekayaan CEO Amazon Jeff Bezos dan pendiri Microsoft Bill Gates, yang masing-masing memiliki kekayaan sebesar 185 miliar dolar AS dan 127 miliar dolar AS.

Namun demikian, jumlah kekayaan Musk jauh di atas pendiri Facebook Mark Zuckerberg yang kekayaan bersihnya merosot menjadi 104 miliar dolar AS karena saham Facebook merosot 1,4% menjadi 275 dolar AS per lembar saham.

Musk sebelumnya sempat menggantikan bos Facebook pada posisi Nomor 3 pada awal September lalu karena saham perusahaannya meningkat di tengah rencana Tesla segera masuk ke daftar S&P 500.

Namun kekayaan Musk merosot setelah S&P memberi kejutan kepada Tesla sepekan kemudian, membuat saham perusahaan anjlok 20%.

Kekayaan Musk tumbuh lebih dari 82 miliar dolar AS pada tahun ini, di mana keuntungannya lebih besar dibandingkan siapapun dalam daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg.

Seperti Zuckerberg, ukuran kekayaan Musk sangat bergantung pada harga saham perusahaannya, yang bisa naik lebih jauh menjelang debut di S&P 500 pada 21 Desember. Diketahui, sahamnya naik lima kali lipat sepanjang tahun ini.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers