web analytics
  

Petani Cabai di Tasikmalaya Gagal Panen, Diserang Hama Patek dan Cuaca Ekstrem

Rabu, 18 November 2020 19:33 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Petani Cabai di Tasikmalaya Gagal Panen, Diserang Hama Patek dan Cuaca Ekstrem, Petani Cabai,Kota Tasikmalaya,Hama Patek,Cuaca ekstrem

Petani Cabai di Tasikmalaya menunjukan dampak serang hama Patek dan Cuaca Ekstrem. (Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Cuaca ektrem yang melanda Kota Tasikmalaya dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat sebagian petani di Kota Tasikmalaya gagal panen. Seperti halnya petani cabai di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, sudah sepekan ini buah cabainya tidak bisa dipanen lantaran terkena serangan hama dan buah cabai pun membusuk.

Salah seorang petani cabai Hendra (37) mengatakan, beberapa kebun cabainya tidak bisa dipanen lantaran  buahnya membusuk akibat terus-terus diguyur hujan sehingga kebun pun terus tergenang air.

"Lihat saja ini buahnya sampai busuk begini. Ini sudah berlangsung selama seminggu," ujar Hendra, Rabu, (18/11/2020).

Menurutnya, kondisi cuaca ektrem ini sangat berpengaruh terhadap petani seperti dirinya. Dia pun mengaku jika saat ini mengalami kerugian lantaran tidak bisa panen. Sebelum cuaca ektrem dirinya mengaku bisa penen tiap hari dari beberapa kebun yang dikelolanya.

"Kondisi buah cabai yang membusuk ini kena hama patek. Nyaris semua tanaman cabai di kebun buahnya tidak berkembang dan membusuk. Kalau tanaman cabai sudah kena hama patek sudah tidak bisa diselamatkan lagi, semuanya sudah pasti tidak akan bisa dipanen," ucapnya.

Ia menuturkan, tidak ada siasat lagi untuk mengurangi kerugian jika tanaman cabai sudah kena hama seperti ini. "Tidak mungkin kan menjual cabai buruk ke pasar," ungkapnya.

Dia menambahkan, tidak hanya kebun cabainya yang gagal panen saat ini.Kebun mentimunnya pun mengalami hal serupa. Kebun mentimun yang biasanya bisa di panen sampai 20 kali, kini baru di panen 6 kali dan sudah tidak bisa di panen lagi karena terkena hama.    

"Kini saya sedang berpikir untuk menanam komoditas lain dulu yang tidak akan terkena hama patek, sejenis tanaman emes dan oyong," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers