web analytics
  

Efek Pandemi Covid-19: Lipstik Tak Laku, Pensil Alis Diburu

Rabu, 18 November 2020 19:01 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Unik, Efek Pandemi Covid-19: Lipstik Tak Laku, Pensil Alis Diburu, Kosmetik,Efek Pandemi Covid-19,Lipstik,Pensil Alis

Tren penjualan pensil alis meningkat sebagai efek positif penggunaan masker selama pandemi Covid-19. (Firda Puri Agustine)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Virus corona memberi warna tersendiri bagi profesi sales promotion girl (SPG) yang ada di Bekasi. Mereka yang bertugas menjaga gerai kosmetik harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, juga tren anyar tentang lipstik dan pensil alis.

Nasya, salah satu SPG kosmetik itu mengisahkan jika selama delapan bulan terakhir sejak pandemi ini ada, penjualan lipstik di gerainya turun drastis. Tapi, bukan berarti pendapatan perusahaan merugi, karena permintaan pensil alis dan eyeliner justru meroket.

Salah satu penyebabnya tak lain adalah kewajiban memakai masker sebagai bagian dari protokol kesehatan. Masker menutupi area bibir, meski tak sedikit perempuan membukanya jika sedang foto atau mengobrol.

“Mungkin karena itu juga (kewajiban pakai masker). Kalau pakai masker kan yang kelihatan matanya aja, nah perempuan sekarang fokus mempercantik area mata,” kata Nasya kepada Ayobekasi.net, Rabu (18/11/2020).

Jika biasanya terjual hingga lebih dari 20 lipstik per hari, maka kini laku setengahnya saja sudah bagus. Lain halnya dengan pensil alis, eyeliner, dan eyeshadow yang permintaannya justru meningkat lebih dari 30%.

“Sama satu lagi itu gel untuk menghilangkan mata panda atau kantung mata yang gelap. Itu laku juga,” ujarnya.

Seorang remaja di Bekasi Utara, Yuni tak menampik jika ia kini memang jarang menambah koleksi lipstiknya. Iya, karena kebiasaan menggunakan masker membuat ia tak lagi peduli dengan riasan bibir, tapi fokus pada mempercantik alis.

“Sekarang keseringan pakai lipbalm aja sih kemana-mana. Lagi suka ngalis sekarang biar kalau foto pakai masker tetap cantik. He-he,” kata dia.

Mahasiswi berusia 22 tahun ini tidak menetapkan anggaran khusus untuk membeli peralatan make-up. Selama tidak memberatkan uang saku, produk itulah yang ia pilih.

“Merek kosmetik lokal kan sekarang banyak yang bagus-bagus. Pensil alis yang RP 20.000 juga ada yang udah bagus kok,” ujarnya.

Salah satu ibu rumah tangga di Bekasi Timur, Heni mengatakan bahwa selama pandemi delapan bulan terakhir, lipstik yang ia pakai masih awet. Dia pun tak tertarik membeli warna lain karena dirasa tak perlu.

“Ya masih awet (lipstik) alhamdulillah. Soalnya kan pakai masker juga ketutupan lipstiknya. Paling kalau lagi kondangan aja dipake dikit biar keliatan kondangannya gitu,” kata Heni.

Wanita berusia 56 tahun ini mengaku jika saat sebelum pandemi selalu ‘tergoda’ membeli lipstik baru, maka kini uangnya ia gunakan untuk membeli kebutuhan lain yang lebih penting seperti masker medis dan suplemen vitamin.

“Kayak apa ya udah enggak tertarik banget gitu beli beli lipstik. Sayang duitnya mending beli yang lebih penting sekarang mah buat kesehatan,” ujarnya.

Mau beli lipstik atau pensil alis, atau dua-duanya, itu cuma soal pilihan. Pandemi ini mengharuskan kita memakai masker setiap keluar rumah, dan tentu harus dijalani. Ingat nih, perempuan tetap cantik kok meski cuma kelihatan matanya saja.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers