web analytics
  

WHO Pantau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor

Rabu, 18 November 2020 17:48 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, WHO Pantau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor, Vaksin,Vaksin Covid-19,Relawan uji vaksin Covid-19,World Health Organization (WHO),WHO

Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan guna melihat kesiapan tenaga medis pada penanganan dan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 kepada 1.620 relawan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi kesehatan dunia atau WHO akan memantau pelaksanaan simulasi vaksinasi di Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (18/11/2020).

WHO ikut memantau supaya originalitas kita di dalam melakukan simulasi itu sesuai fakta apa yang akan kita lakukan. Dan itu menjadi sorotan dunia karena apa yang kita lakukan adalah faktanya ini,” ujar Terawan kepada ayobogor.com, Rabu (18/11/2020).

Terkait vaksin mana yang akan dipakai, Terawan menjawab bahwa vaksin yang dipakai harus ada di daftar yang direkomendasikan oleh WHO

“Ini kan terus dinamikanya dan apa yang dikatakan oleh Bapak Presiden tadi kita akan membeli apa yang di dalam list WHO dan kita konsultasikan dengan WHO terus apa yang paling rasional untuk dibeli. Pasti diumumkan kalau sudah datang,” kata dia.

Sementara itu Presiden Joko Widodo mengatakan vaksin diperkirakan akan tiba di Indonesia pada November atau Desember. Setelah vaksin datang di tanah air, nantinya akan dilakukan sejumlah tahapan untuk memperoleh izin BPOM. 

"Setelah vaksin masuk ke Indonesia kita terima itu masih ada tahapan lagi tidak bisa langsung disuntikan, ke BPOM karena kita membutuhkan emergency use authorization, dari sana ke tahapan itu memerlukan waktu mungkin kurang lebih 3 mingguan. Tahapan ini juga saya sampaikan wajib diikuti, kita ingin keselamatan keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi," kata Jokowi. 

Setelah mendapatkan izin BPOM barulah kemudian dilakukan vaksinasi.

"Kalau melihat di lapangan dan simulasi tadi kita perkirakan kita akan mulai vaksinasi di akhir tahun atau awal tahun 2021, karena memang proses persiapan nya tidak hanya menerima vaksin kemudian langsung disuntikan kita juga harus siapkan distribusi ke seluruh tanah air ini yang tidak mudah, mendistribusikan vaksin tidak mudah jadi bukan barang seperti yang lain memerlukan kedinginan dengan derajat tertentu," katanya. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers