web analytics
  

Agar Efektif, Sosialisasi Covid-19 Harus Menyentuh Ranah Emosi

Rabu, 18 November 2020 16:05 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Agar Efektif, Sosialisasi Covid-19 Harus Menyentuh Ranah Emosi, Sosialisasi Covid-19,protokol kesehatan covid-19,Pelanggaran Protokol Kesehatan,Update Corona Bandung,Psikolog,Stephanie Reihana

[Ilustrasi] Pemakaian masker untuk mencegah virus corona penyebab Covid-19. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat, di sisi lain tingkat kepatuhan warga hingga saat ini dilaporkan terus mengalami penurunan.

Data Satgas Penanganan Covid-19 nasional menunjukkan adanya penurunan kepatuhan warga dalam pelaksanaan 3M di libur panjang awal November 2020 dengan 2 minggu sebelumnya. Kepatuhan menggunakan masker menurun 3%, dan kepatuhan menjaga jarak turun 5%.

Di skala regional, Kota Bandung adalah salah satu contohnya. Wali Kota Bandung Oded M Danial menyebutkan adanya penurunan kepatuhan warga terhadap 3M sebanyak 8%, terhitung sejak penerapan peraturan wali kota (perwal) soal Adaptasi Kebiasaan Baru pada akhir Juni 2020 hingga hari ini.

Salah satu hal yang menyumbang ketidakpatuhan tersebut adalah komunikasi publik pihak yang berwenang kepada masyarakat yang dinilai masih kurang efektif. Sosialisasi penerapan protokol kesehatan dinilai belum menyentuh aspek personal sehingga belum dapat sepenuhnya menggerakan masyarakat untuk mengubah perilakunya.

"Problemnya itu di kesadaran, kalau informasi sudah banyak. Tapi kesadarannya belum disentuh, belum dibangun perasaan bahwa seseorang harus melindungi diri dari Covid-19, dampaknya seperti apa kalau tidak dilaksanakan. Jadi kebutuhan diri untuk menerapkan protokol kesehatan itu belum terbangun," ungkap Psikolog Klinis Universitas Islam Bandung (Unisba), Stephanie Reihana, kepada Ayobandung.com, Selasa (18/11/2020).

Dia mengatakan, sebaiknya sosialisasi penerapan protokol kesehatan dirancang dengan strategi khusus, disesuaikan dengan sasaran kelompok masyarakat yang akan dituju. Pasalnya, setiap pelanggar protokol kesehatan memiliki sifat dan kecenderungannya masing-masing sesuai dengan kelompok usia, gender ataupun sosio-ekonominya.

"Kalau untuk ekonomi kelas atas, cara menyampaikan informasinya berbeda dengan ekonomi bawah. Strategi pemberian kesadaran harus disesuaikan dengan sasaran. Kelompok yang lebih rentan melanggar harus dapat (sosialisasi) yang lebih intens," ungkapnya.

Dia mengatakan, informasi yang diberikan akan lebih efektif apabila dirasa relevan dan dapat menyentuh masyarakat sasaran secara personal. Tak sekadar tata cara menjaga diri dari virus, namun harus dipaparkan juga soal konsekuensi yang akan didapat bila protokol kesehatan tidak dipenuhi.

"Ke laki-laki yang merokok dengan ke kelompok ibu-ibu, misalnya, cara menggali kesadaranya akan berbeda. Bukan hanya menyampaikan informasi, tapi lebih didekatkan pada emosi," ungkapnya.

"Misalnya dengan mengatakan, kalau Anda masih ingin keluarga tetap ada hingga beberapa waktu ke depan, maka Anda harus mengenakan masker, dan sebagainya. Jangkau khalayak dengan menyentuh emosinya," katanya.

Pemerintah harus konsisten

Dia juga mengatakan bahwa pemberi regulasi harus senantiasa menunjukkan sikap yang konsisten agar dapat menjadi contoh. Inkonsistensi sikap pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan di masyarakat dinilai dapat memicu kebingungan, yang akhirnya mengarah pada sikap warga yang tak lagi peduli.

"Harus ada konsistensi dari pemerintahnya dulu. Aturan dan arahan dari atas harus jelas, jangan sampai hari ini bilang apa, di kemudian hari berubah," ungkapnya.

Bila muncul sikap tak peduli, warga berpotensi untuk tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan. Perasaan bahwa upaya yang telah dilakukan menjadi sia-sia pun tumbuh dan dapat membawa warga kembali ke kebiasaan lama.

"Ketika semua upaya yang dilakukan terkesan tidak membawa pengaruh apa-apa, tidak lagi percaya terhadap kebijakan pemerintah apalagi kalau mereka tidak memberi contoh konsisten, dan kesabaran habis, seseorang bisa frustasi. Ujung-ujungnya akan balik ke kebiasaan lama (tidak menerapkan protokol kesehatan)," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ada Kenaikan Harga, Pemkot Bandung Pantau Stok Pangan Jelang Lebaran

Bandung Senin, 10 Mei 2021 | 11:03 WIB

Pemerintah Kota Bandung memastikan persediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah ini aman. Kendati a...

Bandung Raya - Bandung, Ada Kenaikan Harga, Pemkot Bandung Pantau Stok Pangan Jelang Lebaran, persediaan bahan pokok,Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah,kenaikan harga jelang Lebaran,ketersediaan stok menjelang Lebaran,pasokan menjelang lebaran,Harga daging naik jelang Lebaran,kenaikan harga komoditas di pasar

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 10 Mei 2021

Bandung Senin, 10 Mei 2021 | 05:49 WIB

Lokasi perpanjangan SIM pertama di Jalan Pungkur atau tepatnya di ITC Kebon Kalapa. Lokasi perpanjangan SIM kedua di Pas...

Bandung Raya - Bandung, Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 10 Mei 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,Lokasi SIM keliling Bandung,SIM Online Keliling Bandung

Wali Kota Bandung Minta Warga Tahan Diri Belanja Baju Lebaran

Bandung Senin, 10 Mei 2021 | 04:39 WIB

sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan pusat Kota Bandung kerap dikunjungi masyarakat yang akan berbelanja menjelang Leb...

Bandung Raya - Bandung, Wali Kota Bandung Minta Warga Tahan Diri Belanja Baju Lebaran, Wali Kota Bandung, Oded M Danial,Belanja Baju Lebaran,pusat perbelanjaan,Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Bandung,kawasan pusat Kota Bandung,kerumunan masyarakat

Waktu Imsak dan Salat Kota Bandung 10 Mei 2021

Bandung Senin, 10 Mei 2021 | 03:16 WIB

Sebagai panduan untuk bisa menunaikan salat tepat waktu, berikut jadwal imsak dan salat untuk wilayah Kota Bandung dan s...

Bandung Raya - Bandung, Waktu Imsak dan Salat Kota Bandung 10 Mei 2021, Waktu Imsak dan Salat Kota Bandung,Waktu imsak Bandung,Waktu imsak hari ini,jadwal imsak Bandung dan sekitarnya,jadwal imsak bandung hari ini,jadwal imsak,jadwal salat Kota Bandung hari ini,Waktu Salat,Waktu salat Bandung,waktu salat di Bandung

Jalur Keluar Setiap GT di Bandung Dibagi Jadi 2 Lajur

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 19:40 WIB

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung membeberkan alasan jalur keluar dari tiap GT dibagi menjadi dua lajur.

Bandung Raya - Bandung, Jalur Keluar Setiap GT di Bandung Dibagi Jadi 2 Lajur, Gerban Tol di Bandung,Gerbang tol,gerbang tol dibagi 2 lajur,Larangan Mudik 2021,Mudik 2021,Mudik Lebaran

Mobil yang Diputarbalikkan di GT Moh Toha Didominasi Plat B

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 19:04 WIB

Hari ketiga penyekatan larangan mudik di Mohammad Toha pada Minggu, 9 Mei 2021 sore hari terpantau ramai lancar.

Bandung Raya - Bandung, Mobil yang Diputarbalikkan di GT Moh Toha Didominasi Plat B, mobil diputarbalikkan di GT Moh Toha,GT Moh Toha,mobil plat B,Mudik 2021,Larangan Mudik 2021

Pengunjung Mal Plaza Parahyangan Abai Prokes Saat Berbelanja

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 18:33 WIB

Perayaan Idulfitri 1442 Hijriah tinggal menghitun hari. Masyarakat pun berbondong-bondong berbelanja baju lebaran di mal...

Bandung Raya - Bandung, Pengunjung Mal Plaza Parahyangan Abai Prokes Saat Berbelanja, Belanja Lebaran,mal plaz parahyangan,Disdagin Kota Bandung,kerumunan pusat perbelanjaan bandung,Pelanggaran Prokes,kerumunan mal di bandung,kerumunan bandung,COVID-19

Luput dari Pantauan Dishub, Parkir Liar Belanja Lebaran Merajalela

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 14:14 WIB

Puluhan kendaraan motor dua sedang terpakir di kawasan Jalan Kautamaan Istri, dekat dengan gedung SMPN 43 Kota Bandung....

Bandung Raya - Bandung,  Luput dari Pantauan Dishub, Parkir Liar Belanja Lebaran Merajalela, Parkir Liar,parkir liar kota bandung,Kota Bandung,Belanja Lebaran,pusat perbelanjaan bandung,Dishub Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers