web analytics
  

Buntut Kerumunan di Megamendung, Ridwan Kamil :Jangan Ada Korban Lain

Rabu, 18 November 2020 13:00 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Buntut Kerumunan di Megamendung, Ridwan Kamil :Jangan Ada Korban Lain, Rizieq Shihab,Penyambutan Rizieq Shihab,Rizieq Shihab Megamendung,Irjen Rudy Sufahriadi,Kapolda Jawa Barat,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukan tangannya seusai menjalani pengambilan darah di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jabar beserta tiga jajaran Forkopimda Jabar menjalani pengambilan darah terkait Uji Klinis Vaksin Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kerumunan massa penyambutan Rizieq Shihab di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (13/11/2020) menimbulkan sejumlah konsekuensi. Salah satunya dicopotnya jabatan Irjen Rudy Sufahriadi sebagai Kapolda Jawa Barat karena dinilai lalai menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pihak penegak hukum sebenarnya telah melakukan imbauan dan langkah persuasif untuk mencegah kerumunan membludak kala itu. Namun, situasi euforia membuat jumlah massa di luar kendali dan berimbas pada pergeseran jabatan sejumlah pihak.

"Beliau adalah orang baik, sahabat kami bahkan dengan patriotismenya menjadi relawan vaksin. Saya paham betul dari awal sampai akhir, tapi apapun itu kami bisa memahami dan mendoakan beliau mendapatkan kemudahan di jabatan baru," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa (17/11/2020).

Emil pun meminta seluruh pihak, para ormas, termasuk Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Shihab agar bisa taat aturan. Covid-19 hanya dapat terkedali jika masyarakat patuh pada protokol kesehatan.

"Jangan sampai mengabaikan ini dan mendapati korban lain. Definisi korban itu bisa orang yang menjadi sakit, masyarakat terganggu, lalu ada jabatan publik dari orang luar biasa terkorbankan oleh sikap kita yang kurang memahami," ungkapnya.

Hal yang paling dibutuhkan saat ini, kata dia, adalah situasi yang kondusif dan saling menyemangati. Dia juga ikut meminta maaf terkait munculnya kerumunan di Megamedung.

"Semua orang marah, stres, dan capek, kalau menyalahkan mah gampang. Makanya silakan menyalahkan, saya juga tidak masalah. Tapi yang dibutuhkan itu adalah saling menyemangati, energi positif dengan memberikan rasa tentram," ungkapnya.

"Kalau memang itu risikonya, saya menyampaikan permohonan maaf dan insyaallah akan memperbaiki yang kurang dan menyempurnakan apa yang sudah baik," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers