web analytics
  

Masuk Zona Merah, Ini Data Terkini Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung

Rabu, 18 November 2020 12:57 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Soreang, Masuk Zona Merah, Ini Data Terkini Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung , Update Corona Kabupaten Bandung,Corona Kabupaten Bandung,zona merah,Pacet,Kecamatan Pacet

Ilustrasi tenaga medis dalam penanganan pandemi Covid-19 (https://covid19.bandungkab.go.id/)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Bandung per Selasa (17/11/2020) melaporkan penambahan 25 kasus postitif Covid-19, terdiri dari 16 kasus aktif, 7 kasus sembuh, serta 2 kasus meninggal dunia. Jumlah akumulatif kasus positif aktif saat ini tercatat di angka 476 kasus atau setara dengan 30,70 persen dari total kasus terkonfirmasi. Pacet, dengan 108 kasus, masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus positif aktif terbanyak.

Merujuk informasi di akun Twitter @bandungpemkab, kita mengetahui jumlah akumulatif kasus Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.550 kasus terdiri dari 476 kasus aktif, 1.018 kasus sembuh, serta 56 kasus meninggal dunia. Tingkat kesembuhan tercatat di angka 65,67 persen.

Kasus positif aktif adalah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yang saat ini sedang menjalani perawatan berupa isolasi. Isolasi bisa dilakukan di rumah sakit, hotel, atau juga rumah. Kasus positif aktif berakhir ketika pasien dinyatakan sembuh atau meninggal dunia. 

Pacet, dengan 108 kasus, bertahan sebagai kecamatan dengan jumlah kasus positif Covid-19 aktif. Di posisis kedua, ada Margaasih dengan 61 kasus. Tidak terjadi perubahan data di kedua kecamatan ini.

Data pandemi yang secara leluasa bisa diakses warga Kabupaten Bandung ini juga menginformasikan jumlah total suspek sebanyak 2.628 kasus dengan 83 kasus di antaranya sedang dalam proses pengawasan.

Berikut daftar 10 kecamatan dengan jumlah kasus positif aktif terbanyak per Selasa (17/11/2020)”

Pacet dengan 108 kasus aktif

Margaasih (61)

Cileunyi (55)

Cicalengka (39)

Baleendah (24)

Cimenyan (21)

Margahayu (19)

Rancaekek (14)

Soreang (14)

Bojongsoang (14)

Zona Merah 

Sebanyak 7 daerah di Jawa Barat (Jabar) dinyatakan masuk zona merah pekan ini. Kabupaten Bandung termasuk di dalamnya. Sebelumnya dilaporkan hanya ada 3 daerah dengan status zona merah di Jabar. Penambahan siginifikan ini diduga akibat aktivitas libur panjang akhir Oktober lalu.

"Ada penambahan zona merah pascalibur panjang yang cukup signifkan. Tadinya hanya ada tiga daerah, sekarang naik jadi tujuh. Mohon diwaspadai untuk wilayah-wilayah ini," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).

Ridwan meminta agar kewaspadaan ditingkatkan mengingat tiga dari ketujuh daerah tersebut akan segera melangsungkan Pilkada, yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

"Ada tiga daerah yang melaksanakan pilkada di minggu ini, bersamaan dengan status zona merah. Ini harus diwaspadai," ungkapnya.

Berikut daftar 7 daerah di Jabar yang masuk zona merah:

1. Kabupaten Bekasi

2. Kabupaten Karawang

3. Kabupaten Purwakarta

4. Kabupaten Tasikmalaya

5. Kabupaten Bandung

6. Kota Bekasi

7. Kota Cimahi

Klaster Pondok Pesantren

Diketahui, sebanyak 104 santri di dua pondok pesantren di Kabupaten Bandung terpapar Covid-19. Santri yang terpapar tersebut berdasarkan hasil tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung setelah mendapat laporan ada santri yang kehilangan indra penciumannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengakui, sejauh ini telah melakukan pemeriksaan di 12 pondok pesantran. Dari sini ketahuan siswa ponpes yang akhirnya terkontaminasi oleh Covid-19.

"Sebetulnya, kami sudah mendapat kabar bahwa santri kehilangan Indera penciumannya dan tidak ada bergejala jadi dilakukan tindak lanjut dengan melakukan swab PCR," kata Grace, Kamis (12/11/2020).

Dia pun menugaskan Puskesmas untuk melakukan screening dan hasilnya menemukan santri yang positif terjangkit Covid-19. Dinkes pun memberikan informasi pada pondok pesantren untuk melakukan isolasi mandiri.

"Alhamdulillah yang di pondok pesantren tersebut pengelolanya kooperatif dan bekerja sama dengan baik. Tentunya kami bersyukur dan semoga ini menjadi contoh ponpes lain untuk dapat membuka dan membolehkan testing tersebut karena ini salah satu percepatan mata rantai Covid-19," tegas Grace.

Grace mengakui pondok pesantren rentan terhadap paparan Covid-19. Santri memang harus diam di tempat yang ramai dengan orang dan juga melakukan aktivitas di tempat ramai.

Di sisi lain, Grace mengakui karakter ponpes yang memiliki jumlah santri yang banyak. Dia mengakui sejauh ini santri bisa menjalankan protokol kesehatan.

"Kalau santri yang besar jumlahnya sudah lakukan dan Alhamulillah tidak ditemukan, bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas tapi sejauh apapun menjalankan protokol kesehatan, Insyaallah,"katanya.

Hotline dan Daftar RS

Bagi warga Kabupaten Bandung yang ingin memperoleh informasi atau melaporkan informasi terkait pandemi Covid-19, Pemkab Bandung menyediakan layanan di nomor darurat 0821-1821-9287. Warga juga bisa menguhubungi hotline Diskominfo Kabupaten Bandung di 0812-9412-1893.

Pemerintah Kabupaten mencantumkan juga informasi tentang beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien dengan status pasien dalam pengawasan, yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Rumah Sakit Rotinsulu, Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Baleendah,  RSUD Majalaya, Rumah Sakit Dustira, Gedung Karantina Covid-19 Baleendah, serta RS Santosa Kopo.

Virus corona diketahui menular melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan rentan terjadi dalam jarak hingga 1 meter.

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, masyarakat diajak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai masker, menghindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan. 

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers