web analytics
  

Satgas Covid-19: Pelanggar Protokol Kesehatan Perlu Disanksi Tanpa Pandang Bulu 

Rabu, 18 November 2020 08:56 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Satgas Covid-19: Pelanggar Protokol Kesehatan Perlu Disanksi Tanpa Pandang Bulu , Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito,Pelanggar Protokol Kesehatan,protokol kesehatan covid-19

Petugas memeriksa kendaraan yang hendak memasuki wilayah Kota Bandung di cek point perbatasan Kota Bandung-Cimahi saat pemberlakuan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu (22/4/2020). Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 selama selama 14 hari dimulai pada 22 April hingga 5 Mei 2020, Pemprov Jabar mulai memberlakukan PSBB di Bandung Raya meliputi wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta Kabupaten Sumedang. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan pelanggar protokol kesehatan wajib ditindak tegas. Satgas Penanganan Covid-19 daerah bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, diminta menegakkan disiplin tanpa pandang bulu terhadap para pelanggar, sesuai peraturan yang berlaku. 

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/11/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Oleh karena itu, kami meminta siapapun untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah, sebagai upaya pencegahan sekaligus perlindungan dari penularan Covid-19," tegas Wiku.  

Satgas Penanganan Covid-19 juga mengingatkan bahwa upaya penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan baik, apabila koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dijalankan secara efektif. "Langkah penanganan seperti ini sudah berhasil dijalankan Thailand yang sudah diapresiasi Badan Kesehatan Dunia," ungkapnya. 

Berbagai hal yang sudah dicapai negara-negara lain, dapat menjadi pelajaran bagi upaya penanganan Covid-19 di Indonesia. Meskipun sejauh ini penanganan di Indonesia selama 8 bulan ini sudah berjalan baik, namun upaya ini dapat terus ditingkatkan. 

Berbagai pihak juga dapat turut mengkampanyekan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Dan juga parap pemangku kepentingan dapat memasifkan upaya 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan). 


 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers