web analytics
  

Gempa Kuningan M 3,1 Tak Berpotensi Tsunami

Rabu, 18 November 2020 07:29 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Gempa Kuningan M 3,1 Tak Berpotensi Tsunami, Gempa Kuningan,gempa tektonik,Sesar Ciremai,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),BMKG

Shakemap gempa bumi Kuningan, Selasa (17/11/2020). (dok. BMKG)

KUNINGAN, AYOBANDUNG.COM -- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,1 mengguncang wilayah Kabupaten Kuningan dan sekitarnya, Selasa (17/11/2020) pukul 23.21 WIB. Gempa tersebut dipastikan tak berpotensi tsunami.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menginformasikan, getaran gempa bumi terasa di bagian barat Kabupaten Kuningan.

Lama guncangan bervariasi, berkisar 1-2 detik. Wilayah yang terasa di antaranya di Kawahmanuk, Desa Jagara, Kecamatan Darma, Desa Jambar, Kecamatan Kadugede, Desa Cigugur, Cipari, Cisantana, Cigadung, dan Puncak di Kecamatan Cigugur, Desa Ancaran dan Ciporang di Kecamatan Kuningan, Desa Jalaksana, Sangkanherang, dan Sembawa di Kecakatan Jalaksana, Desa Garatengah di Kecamatan Japara, Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus, serta Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, episenter gempa terletak pada koordinat 6.9 LS dan 108.47 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km Barat Laut Kabupaten Kuningan, pada kedalaman 6 km.

Otoritas setempat memastikan situasi masih kondusif. Hingga Rabu (18/11/2020) pukul 00:05 WIB, hasil monitoring BMKG tak menunjukkan aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Shakemap gempa bumi Kuningan, Selasa (17/11/2020). (dok. BMKG)

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho menyebut, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Ciremai di sekitar Kuningan.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kuningan dengan Skala Intensitas II MMI. Artinya, Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," terangnya.

Sejauh ini, pihaknya memastikan belum ada laporan ihwal kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tak terpengaruh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers