web analytics
  

Siang Ini Hujan Guyur Bandung, Apa Hukum Berwudu dengan Air Hujan?

Rabu, 18 November 2020 05:57 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Siang Ini Hujan Guyur Bandung, Apa Hukum Berwudu dengan Air Hujan?, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Hukum wudhu dengan air hujan

Cuaca hujan di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Muhammad Farhandika/Magang)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hujan dengan intensitas sedang akan kembali mengguyur wilayah Bandung pada Rabu (18/11/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan berlangsung siang hari saja.

Pada pagi hari, cuaca Bandung akan cerah berawan dan setelah siang hari hujan, cuaca akan kembali cerah berawan pada sore hingga malam hari. Suhu Bandung hari ini cukup dingin, berkisar di angka 20 derajat Celcius pada malam hari dan 26 derajat Celcius pada siang hari.

Hujan akan turun merata di seluruh wilayah Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung. Sementara di Kabupaten Bandung, hujan akan mengguyur sampai sore hari di wilayah Cicalengka, Cikancung, dan Cilengkrang.

Berwudu dengan Air Hujan, Apa Hukumnya?

Pertengahan November ini diprediksi sudah mulai turun hujan di sejumlah wilayah Tanah Air. Air hujan pada dasarnya memiliki status suci dan mensucikan. 

Dengan demikian, apa sebenarnya hukum berwudu dengan air hujan? Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum air hujan merupakan halal dan masuk ke dalam kategori baik. Untuk itu berwudu dengan air hujan dapat dihukumi sah.

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW yang hendak bersuci menggunakan air hujan. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam al-Baihaqi, Rasulullah SAW berkata: “Ukhrujuu bina hadza-ladzi ja’alahullahu thuhuran fanatathaharu wa nahmadullaha alaihi.” 

Yang artinya: “Keluarlah kalian (para sahabat) bersama kami menuju air ini (air hujan) yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci. Kemudian kami bersuci dengan air ini dan memuji Allah atas nikmat yang diberi.” 

Ilustrasi berwudu. (Pixabay)

Imam al-Baihaqi dalam kitab Sunan al-Kubra menjabarkan mayoritas ulama sepakat barang siapa yang berwudu dengan menggunakan air hujan maka dihukumi sunah. Maka, wudu dengan air hujan tersebut bukan hanya sah namun juga dapat menghasilkan pahala sunah.

Hadis Rasulullah yang menggunakan air hujan untuk berwudu juga diperkuat dengan sabda Allah dalam suraht al-Furqan ayat 48 yang berbunyi: 

“Wa huwalladzi arsala ar-riyaha busyran baina yada’y rahmatihi wa anzalna minas-sama-i thahuran,”.

Yang artinya: “Dialah (perantara, proses alam dalam menghasilkan hujan) yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, dekat sebelum kedatangan rahmat (hujan). Dan kami turunkan dari langit air yang bisa digunakan untuk bersuci,”.

Maka dari itu, keutamaan air hujan yang digunakan untuk bersuci bisa menjadi opsi tersendiri bagi tiap umat Muslim yang wiayahnya telah diguyur rahmat (hujan). 

Semoga hujan kali ini di musim penghujan mampu menjadikan hati kita lebih taat dan lebih bersyukur atas nikmat karunia yang datang dari langit.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers