web analytics
  

Petugas KPPS di Cianjur Takut Ikut Rapid Test

Selasa, 17 November 2020 22:45 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Petugas KPPS di Cianjur Takut Ikut Rapid Test, Pilkada Cianjur,Rapid test,Petugas KPPS

Petugas KPPS. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah calon petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pilkada Cianjur mengaku takut untuk mengikuti rapid test agar bisa bertugas pada pencoblosan 9 Desember mendatang.

Calon petugas KPPS ini takut dikucilkan masyarakat seandainya hasil rapid test reaktif. Selain itu, ada yang takut terhadap jarum.

Hadi (38) warga Kecamatan Cianjur yang sudah lolos verifikasi untuk menjadi petugas KPPS mengaku takut dan khawatir saat Rapid Test.

“Saya berharap non reaktif, tapi kalo reaktif, sudah pasti tidak akan jadi anggota KPPS, bakal dilanjut swab test, terus dikarantina dan dikucilkan masyarakat, bagaimana dengan pekerjaan pokok saya,?” kata Hadi pada Ayobandung.com, Selasa (17/11/2020).

Begitu pula yang dikatakan Yanti (44) calon petugas KPPS di Kecamatan Warungkondang. Sejak kecil tidak pernah disuntik jarum, sehingga takut menjalani rapid test.

“Gara-gara si Covid jadi repot. Saya tidak pernah ditusuk jarum, takut hasilnya reaktif sehingga tidak jadi petugas KPPS dan dikucilkan,” tuturnya.

Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Cianjur, Rustiman mengatakan rapid test bagi anggota KPPS itu wajib. Pasalnya, sudah diatur dalam PKPu berkaitan dengan Pilkada di masa pandemi Covid-19.

“Tidak terkecuali, semua harus ikut rapid test. Saya mengharapkan semuanya semangat, jangan menyerah gara-gara rapid test,” ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers