web analytics
  

Pandemi Covid-19: Mencegah Lebih Murah dari Mengobati 

Selasa, 17 November 2020 17:58 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Pandemi Covid-19: Mencegah Lebih Murah dari Mengobati , Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Pandemi Covid-19,bekerja di tengah pandemi,Update Corona

Dialog Juru Bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11). (BNPB)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Mencegah lebih baik dari mengobati. Semboyan tersebut sangat nyata dalam penanganan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir selama delapan bulan.

Hal ini mengemuka dalam dialog Juru Bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11).

Untuk mengetahui dampak ekonomi yang lebih jauh lagi dari tertular Covid-19, Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyampaikan. 

“Biaya penyakit itu mahal. Dari Covid-19 saja, biayanya bisa sampai Rp600 juta," katanya.

Hasbullah menyatakan survei di sembilan provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid-19, menemukan biaya  tertinggi mencapai Rp446 juta. 

"Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien Covid-19 adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap," jelasnya.

Dia menekankan bahwa penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah.  Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat. 

“Oleh karena itu, jangan gampang menyalahkan Tuhan kalau kita sakit. Tuhan tidak akan memberikan seseorang musibah ataupun pahala dan rezeki tanpa melihat sejauh apa usahanya. Jadi Covid-19 ini sebenarnya penyakit yang bisa dicegah, melalui penerapan disiplin 3M. Apalagi kita tahu bahwa setelah sakit, kita tidak bisa bekerja,” katanya.

Pada dialog itu, Hasbullah menekankan bahwa Covid-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien Covid-19 masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya. 

Pengeluaran negara mencapai 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus Covid-19 pun juga menurun.

“Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp5.000. Tapi begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita 1 hari Rp100 ribu, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah. Lebih baik kita mengeluarkan Rp5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan satu setengah juta. Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja”, terang Hasbullah.

Pakar kesehatan masyarakat ini mengutarakan vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati. 

“Dengan divaksin ini menguntungkan kita semua, kita menjadi tidak terkena virus dan kita tidak menularkan virus kepada orang lain, ini adalah amal karena mencegah orang lain jadi tidak kena musibah dari virus," katanya. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers