web analytics
  

Menghadapi Pandemi Covid-19 ala Warga Kampung Adat Cireundeu

Selasa, 17 November 2020 13:20 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Cimahi, Menghadapi Pandemi Covid-19 ala Warga Kampung Adat Cireundeu, Kampung Adat Cireundeu,Kampung Adat,Kampung Adat di Jawa Barat,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Ketua Adat Kampung Cireundeu Abah Emen Sunarya. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Kampung Adat Cireundeu terletak di balik perbukitan Cimahi Selatan. Meski cukup mudah dijangkau, lokasinya yang menekuk ke dalam lamping membuat kampung ini seolah menyendiri dari keramaian kota.

Lebih dari setengah tahun Pandemi Covid-19 berlangsung di negeri ini. Uniknya tak ada satupun warga Kampung Adat Cireundeu yang terkena virus mematikan tersebut.

Padahal kampung ini bisa dibilang sering dikunjungi orang luar. Bahkan mobilitas warganya pun cukup tinggi, lantaran ada di antara mereka yang bekerja di pabrik maupun perkantoran.

Ketua Adat Kampung Cireundeu Abah Emen Sunarya menuturkan, pandemi Covid-19 sama sekali tak berpengaruh bagi tempat tinggalnya. Semua aktivitas di kampung adat berjalan normal seperti biasa.

"Soal makanan juga kita tidak kekurangan. Ya biasa saja, yang tani bertani, yang kerja ya bekerja," katanya kepada Ayobandung.com, Senin (16/11/2020).

Menurutnya, tidak ada hal spesial yang dilakukan oleh warga Cireundeu untuk menghadapi pandemi. Mereka hanya beraktivitas seperti biasa dan memakan makanan seperti biasa.

Uniknya, warga kampung ini memang diketahui selalu mengonsumsi makanan sehat berupa sayur mayur dan makanan pokok nasi singkong. Abah Emen mengatakan, ia dan keluarganya tidak menampik makanan lain selain nasi singkong, tetapi semuanya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

"Ya nasi beras dan daging-dagingan kadang kami makan, tapi tidak berlebihan," ujar Abah Emen.

Abah Emen menjelaskan, pada dasarnya semua penyakit berasal dari makanan. Maka itu sebagai manusia kita harus menjaga diri untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan cukup. Hal ini pula lah yang membuat pria berusia 84 tahun itu masih terlihat bugar.

Sementara itu, Pengurus Kampung Adat Cireundeu Jajat menuturkan, selain menjaga asupan makanan, protokol kesehatan juga tetap diberlakukan di tempat tinggalnya. Bahkan di area wisata, pengurus kampung adat juga menyediakan tempat cuci tangan untuk para pengunjung.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers