web analytics
  

Gara-gara Rapid Test Reaktif, Bapak Ini Isolasi Mandiri Sebulan

Selasa, 17 November 2020 11:43 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Gara-gara Rapid Test Reaktif, Bapak Ini Isolasi Mandiri Sebulan, Rapid Test Corona,Isolasi Mandiri,Kisah Penyintas Covid-19

[Ilustrasi] Seorang warga menjalani rapid test mandiri di sebuah klinik kesehatan di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tanggal 22 Oktober 2020 menjadi hari yang tak menyenangkan bagi Dudung Ridwan (53). Pada hari itu, dia menjalani rapid test. Hasilnya reaktif.

Dudung kaget. Namun, hasil tersebut tentu belum bisa memastikan bahwa dia positif Covid-19.

Awalnya Dudung hendak menjalani swab test, namun karena biayanya yang cukup mahal, dia memilih isolasi mandiri. Pria yang berdomisili di Soreang, Kabupaten Bandung, ini pun memilih berdiam diri di rumah selama 14 hari.

"Yang saya rasakan selama isolasi mandiri itu ya lebih ke tekanan psikis. Jadi kepikiran terus, ini gimana kalau positif Covid-19. Saya tidak bisa tidur," ujarnya kepada Ayobandung.com, Senin (16/11/2020).

Selama isolasi mandiri, Dudung berusaha menenangkan pikirannya. Dia juga mengonsumsi makanan sehat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Beruntungnya, dia sama sekali tak mengalami gejala Covid-19, sehingga masih bisa bekerja dari rumah.

"Pokoknya karena takut positif dan menularkan ke keluarga, selama di rumah juga saya selalu memakai masker," kata Dudung.

Setelah 14 hari pertama terlewati, Dudung kembali melakukan rapid test. Nahas, hasilnya reaktif lagi. Hal ini membuat Dudung semakin cemas.

Dia kembali isolasi mandiri. Kurang lebih satu bulan, dia sama sekali tak keluar rumah, kecuali hanya untuk rapid test.

Adapun hal yang paling dikhawatirkan Dudung adalah berita soal dirinya yang reaktif menjadi ramai dan diperbincangkan warga. Jika sudah seperti ini, dia takut keluarganya dikucilkan masyarakat.

Demi hasil yang akurat, pada 9 November 2020, Dudung menjalani swab test. Dia pun menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan hasilnya.

"Selama menunggu hasil itu saya degdegan. Takut hasilnya positif Covid-19," ujar Dudung.

Pada 10 November 2020, Dudung mendapatkan hasil swab test yang menyatakan dirinya negatif Covid-19. Kini, Dudung bisa bernapas lega dan beraktivitas seperti biasanya, salah satunya bekerja di kantor.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers