web analytics
  

Memburuk, Badai Iota Masuk Kategori 5 dan Mendekati Amerika Tengah

Selasa, 17 November 2020 08:33 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Memburuk, Badai Iota Masuk Kategori 5 dan Mendekati Amerika Tengah, Iota,Badai Iota,Bencana Alam,Angin Kencang

Citra satelit badai Iota yang masuk level 5 pada Senin (16/11/2020. (CNN)

KARIBIA, AYOBANDUNG.COM -- Badai Iota kini masuk dalam kategori 5 yang kemungkinan besar akan membawa kerusakan dahsyat di wilayah sama di Amerika Tengah yang sudah dihantam oleh Badai Eta kurang dari dua minggu lalu.

Dikutip dari APNews pada Senin (17/11/2020), Iota telah menguat di Karibia barat saat mendekati Nikaragua dan Honduras.

Pusat Badai Nasional AS mengatakan bahwa badai tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 260 km/jam. Badai ini berpusat di sekitar 130 km timur-tenggara Puerto Cabezas, juga dikenal sebagai Bilwi, Nikaragua dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 km/jam.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa Iota mungkin akan tiba di wilayah yang sebelumnya dilanda Badai Eta, sehingga rentan akan tanah longsor dan banjir, gelombang badai ini dapat mencapai ketinggian 4,5-6 meter di atas pasang normal.

Ingatan akan badai Eta bahkan masih membekas di benak Yasmina Wriedt. “Keadaannya sangat buruk,” kata Wriedt. “Kami bangun tanpa adanya aliran listrik, dengan hujan deras dan ombak yang semakin tinggi.”

Wriedt, yang bekerja di sebuah organisasi perikanan skala kecil bernama Piquinera, mengatakan bahwa atap rumahnya tertiup angin saat terjadi Badai Eta dua minggu lalu. “Saya telah memperbaikinya sebaik mungkin. Tapi sepertinya akan rusak lagi karena mereka (pihak berwenang) mengatakan bahwa Iota bahkan lebih kuat,” kata Wriedt.

Saat terjadi Badai Eta, ombak datang tepat di belakang rumahnya, di mana ia tinggal bersama delapan anggota keluarganya. “Saya takut akan kehilangan rumah lagi, saya juga khawatir akan keadaan masyarakat di wilayah ini.”

Wriedt menambahkan bahwa sejumlah tetangganya pergi untuk mengungsi di rumah kerabat mereka di wilayah lain, namun sebagian besar masyarakat masih tetap tinggal di wilayah tersebut. “Kita masih tinggal di sini,” katanya. “Baik tentara atau pun pemerintah tak ada yang datang untuk mengevakuasi kami.”

Cairo Jarquin, Manajer Proyek Tanggap Darurat Nikaragua untuk Catholic Relief Services, baru saja mengunjungi Bilwi dan wilayah pesisir lainnya pada hari Jumat.

Di Wawa Bar, Jarquin mengatakan bahwa ia melihat “kehancuran total”. Orang-orang telah bekerja keras untuk memasang kembali atap rumah untuk melindungi keluarga mereka, tapi sekarang Iota mengancam akan merusak kembali wilayah itu. Ada wilayah lebih jauh di pelosok bahkan tidak bisa dia jangkau karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan.

Dia mengatakan bahwa Wawa Bar telah dievakuasi pada hari Sabtu (14/11/2020) waktu setempat. Evakuasi dilakukan dari dataran rendah di Nikaragua dan Honduras dekat perbatasan kedua negara tersebut selama akhir pekan.

Limborth Bucardo, seorang warga etnis pribumi Miskito, mengatakan bahwa banyak orang yang telah mengungsi ke gereja di Bilwi. Selama terjadinya Badai Eta, ia bersama istri dan dua anaknya memilih untuk tetap berada di rumah, tetapi kali ini memutuskan untuk tinggal bersama kerabatnya di wilayah yang lebih aman.

“Kami belum selesai memperbaiki rumah kami dan (akan) menetap (di wilayah lain) ketika badai lain datang (karena) pengungsian di Bilwi sudah penuh dipadati masyarakat sekitar,” kata Bucardo.

Iota menjadi nama badai ke-30 pada musim badai di Samudera Atlantis tahun ini. Iota juga merupakan badai kesembilan yang sangat kuat di musim ini. Hal tersebut menjadi perhatian saat terjadinya perubahan iklim, yang menurut para ilmuwan dapat menyebabkan badai yang lebih basah, lebih kuat, dan lebih merusak.

Badai Eta telah menghantam Nikaragua sebagai badai kategori 4, menewaskan sedikitnya 120 orang akibat hujan lebat yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa bagian Amerika Tengah dan Meksiko. Yang kemudian melintasi Kuba, Florida Keys, dan sekitar Teluk Meksiko sebelum kembali ke pantai dekat Cedar Key, Florida, lalu melesat melintasi Florida dan Karolina.

Badai Iota diperkirakan akan menurunkan hujan dengan curah sekitar 200-400 mm di Nikaragua utara, Honduras, Guatemala, dan Belize selatan serta 750 mm di sejumlah wilayah terpencil.

Badai Eta adalah badai ke-28 yang terjadi tahun ini. Sisa-sisa badai Theta, yang merupakan badai ke-29, sendiri baru menghilang di Samudra Atlantik timur pada hari Minggu.

Selama beberapa dekade terkahir, ahli meteorologi lebih khawatir akan badai seperti Iota yang terjadi jauh lebih cepat dari biasanya. Para ahli meteorologi menciptakan ambang resmi untuk intensifikasi cepat badai, yaitu badai dengan kecepatan angin 56 km/jam hanya dalam waktu 24 jam. Kekuatan Badai Iota bisa dua kali lipat dari itu.

Awal tahun ini, Badai Hannah, Laura, Sally, Teddy, Gamma, Delta, Zeta, dan Iota meingkat pesat. Badai Laura dan Delta mencetak rekor intensifikasi tercepat. Ilmuwan iklim dan badai di Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional mempelajari efeknya dan menemukan banyak hal yang berkaitan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Menurut peneliti badai Universitas Negeri Colorado, Phil Klotzbach, pada bulan November ini merupakan kali pertama Samudra Atlantik mengalami dua badai besar (Eta dan Iota) dengan kecepatan angin melebihi 177km/jam. Saai ini kecepatan badai Iota mencapai 250 km/jam, sama dengan badai Lenny yang terjadi tahun 1999, yang menjadikannya badai Samudra Atlantis terkuat pada akhir tahun ini.

Musim badai ini sendiri akan berakhir pada 30 November. (Ani Siti Nur’aeni Wahidah/magang)

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers