web analytics
  

Tokoh Pemekaran: Masyarakat KBB Masih Trauma Kasus KPK 2018

Senin, 16 November 2020 21:19 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Tokoh Pemekaran: Masyarakat KBB Masih Trauma Kasus KPK 2018, Berita Bandung,Berita Ngamprah,Bupati Bandung Barat Aa Umbara,Abubakar KBB,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) trauma dengan peristiwa 2018. Kala itu, almarhum Abubakar, Bupati Bandung Barat saat itu, tertangkap KPK atas kasus suap.

KPKBB berharap, kasus serupa tak menjerat Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Diketahui pada Selasa (10/11/2020) dan Kamis (12/11/2020) dirinya diperiksa penyidik KPK di Kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jabar, Jalan Amir Macmud, Cibeureum, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

"Jujur kami sangat sedih dan prihatin dengan kondisi seperti ini. Bagaimana pun semua harus dihadapi, kita tidak bisa menjustifikasi dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Karena ini kan sedang berproses," kata Wakil Ketua KPKBB Ade Ratmaja dalam keterangan tertulis, Senin (16/11/2020).

Menurut dia, semua pihak, bukan hanya KPKBB tapi juga masyarakat Bandung Barat pasti kaget dengan keadaan ini. Apalagi belum hilang ingatan di benak masyarakat akan peristiwa yang terjadi pada April 2018, Bupati Bandung Barat saat itu, almarhum Abubakar, dijemput oleh KPK karena melanggar hukum.

"Ini kan semua masih trauma akan kejadian 2018. Semua sedang menata lagi. Pemerintah daerah mencoba kembali membangun trust (kepercayaan) masyarakat. Namun dengan kejadian seperti ini, semua menjadi khawatir, kejadian kelam dua tahun lalu kembali terulang," ujar dia.

Dia berharap yang terbaik untuk Kabupaten Bandung Barat dan Bupati Aa Umbara Sutisna. Sebab tujuan dan cita-cita pemekaran KBB dari Kabupaten Bandung berdasarkan UU No 12/2007 adalah mewujudkan masyarakat sejahtera, pembangunan berkelanjutan, dan pemerintahan yang kuat.

Disinggung mengenai proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepada Aa Umbara, Ade menyadari bahwa itu adalah hal berat yang harus dihadapi orang nomor satu di KBB.

Tapi, katanya, sebagai warga negara yang baik semua itu harus dihadapi dan dijalani dengan tenang dan sabar, sebagai bagian dari menghormati lembaga hukum.

"Apapun yang terjadi nanti adalah ketetapan Allah dan pasti yang terbaik untuk semua. Sebagai pendiri kami hanya berpesan agar apa yang sedang terjadi sekarang, jangan sampai menghambat pelayanan biroksasi ke masyarakat," tutur Ade Ratmaja.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers