web analytics
  

Jabar Resmi Luncurkan Rebana Metropolitan dan Subang Smartpolitan

Senin, 16 November 2020 16:05 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Jabar Resmi Luncurkan Rebana Metropolitan dan Subang Smartpolitan, kawasan ekonomi khusus (KEK),Rebana Metropolitan,Gubernur Jabar Ridwan Kamil,West Java Investment Summit (WJIS) 2020,Savoy Homann,Bandara Internasional Kertajati,Pelabuhan Patimban,Subang Smartpolitan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) didampingi Istri Attalia Praratya Kamil (kiri) saat mengikuti rangkaian uji klinis tahap 1 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020). Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil menjalani rangkaian Uji Klinis Vaksin Covid-19 tahap awal yaitu pemerikaan kesehatan dan swab test sebelum menjalani penyunyikan vaksin Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Bara resmi meluncurkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah timur Jabar, Rebana Metropolitan. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kawasan ini adalah kawasan metropolitan ketiga yang dimiliki Jabar.

"Hari ini kami resmi meluncurkan Rebana Metropilitan, kawasan metropolitan ketiga di Jabar setelah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi), dan Badung Raya. Kawasan ini akan didesain dari awal dengan terencana dan sustainable," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil selepas menghelat West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann Bandung, Senin (16/11/2020).

Kawasan ini membentang seluas 43,913 hektare meliputi 7 kota/kabupaten di Jabar. Ketujuh daerah tersebut adalah Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Sumedang, dan Cirebon. Di dalamnya terdapat Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, serta Pelabuhan Patimban di Subang. Keduanya berfungsi sebagai pusat lalu lintas logistik dan transportasi untuk mendukung keberlangsungan ekonomi wilayah.

Dalam momen peluncuran tersebut, Emil menandatangani MoU dengan ketujuh kepala kota/kabupaten yang masuk ke dalam wilayah Rebana Metropolitan. Dia mengatakan, megaproyek tersebut akan mampu mendatangkan 5 juta pekerjaan pada akhir 2030 hingga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jabar.

Selain itu, dia meminta para penduduk lokal dapat berpartisipasi dalam pembangunan kawasan tersebut. Keterlibatan penduduk lokal, dia mengatakan, adalah prioritas.

"Saya tidak mau penduduk lokal hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri. Untuk itu, saya meminta agar pengembangan SDM dilakukan dengan perspektif regional," ungkapnya.

Terdapat setidaknya 13 kawasan industri tematik yang berada di 7 kabupaten/kota di wilayah Metropolitan Rebana. Salah satunya adalah Subang Smartpolitan, yang juga diluncurkan hari ini.

Emil mengatakan, Metropolitan Rebana ke depannya akan dikembangkan menjadi kota yang ramah dan nyaman untuk ditinggali. Bukan semata-mata merupakan kota pabrik dan industri sebagaimana yang telah dibangun di Bekasi dan Karawang.

"Kami siapkan konsepnya bukan kumpulan pabrik, tapi kota. Ada alun-alunnya, ada (tempat wisata seperti) Jalan Asia Afrika-nya, Braga-nya, seperti itu. Sehingga orang betah," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers