web analytics
  

Review Film: "Love and Monsters", Melawan Monster demi Bertemu Sang Kekasih

Senin, 16 November 2020 06:49 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Review Film: "Love and Monsters", Melawan Monster demi Bertemu Sang Kekasih, Film Review,Film

Film "Love and Monsters" (Medium)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM --  "Love and Monsters" dengan judul aslinya Monster Problems ini merupakan sebuah film  petualangan komedi yang disutradarai oleh Michael Matthews dan diproduseri oleh Dan Cohen dan Shawn Levy.

Film yang berdurasi selama kurang lebih 1jam 48 menit ini telah rilis pada Oktober 2020 dan dibintangi oleh Dylan O’Brien (Maze Runner) sebagai Joel, Michael Rooker (Guardians of the Galaxy) sebagai Clyde, Jessica Henwick (Iron Fist) sebagai Aimee, Arianna Greenblatt (Avengers: Infinity War) sebagai Minnow, dan Dan Ewing (Occupation) sebagai Cap.

"Love and Monsters" mengisahkan kehidupan pasca-apokaliptik, setelah rudal yang ditujukan untuk menghancurkan asteroid meledak dan reaksi kimia dari ledakan yang  jatuh ke bumi  mengubah serangga bermutasi menjadi monster raksasa yang membunuh 95% populasi manusia di bumi.  Sehingga, orang-orang terpaksa harus mengevakuasi diri mereka sendiri.

Dalam film ini, tampaknya fokus cerita ada pada hubungan percintaan sepasang kekasih, Joel dan Aimee yang harus  terpisah ketika monster raksasa mulai menguasai bumi. Mereka terpisah saat berusaha menyelamatkan diri.

Tujuh tahun setelah Monsterpocalypse, Joel dan orang-orang yang selamat tinggal di bawah tanah sejak monster raksasa menguasai daratan. Bertahun-tahun hidup di dalam persembunyian, Joel akhirnya terhubung kembali dengan kekasihnya Aimee melalui sebuah radio.

Terlepas dari semua rintangan dan monster berbahaya yang akan menghalangi jalannya, Joel bertekad dan memutuskan keluar dari persembunyian dan berpetualang untuk mencari Aimee yang berada 80 mil jauhnya di koloni pantai.

Dalam petualangannya, Joel bertemu dengan seekor anjing bernama Boy, seekor  anjing yang sangat pintar dan melindungi. Ia juga bertemu dua orang yang selamat, Clyde dan Minnow, yang  mengajarinya  untuk bertahan hidup.

"Love and Monsters" memang mempunyai konsep yang tidak sepenuhnya segar, namun skrip yang menarik dan pesona Dylan O’Brien membuat sebuah film komedi petualangan yang sangat menyenangkan. Meskipun ada banyak penampakan monster raksasa, film petualangan ini tetap  tidak kehilangan nuansa komedinya.

Efek visual  yang ditampilkan dalam film inipun lumayan memanjakan mata meskipun yang ditampilkan adalah monster-monster.

Catatan lainnya adalah O’Brien menampilkan kinerja yang  bagus dalam memainkan komedi, begitu juga ketika ia dituntut untuk memainkan momen-momen yang lebih serius,  membuat Joel menjadi karakter yang sempurna.

Melansir New York Times pada Minggu (15/11/2020), film ini mengajarkan nilai-nilai  yang benar dan nyata berkaitan dengan nilai cinta, keberanian dan kepercayaan diri yang digambarkan pada karakter Joel, film ini juga menekankan pentingnya dokumentasi dan pengarsipan.

Selama tujuh tahun terakhir dan sepanjang perjalanannya, Joel dengan tekun menyimpan buku catatan tentang monster yang dia temui, membuat gambar rinci dan mencatat perilaku mereka. Kebiasaan ini tidak hanya menyelamatkan nyawanya lebih dari satu kesempatan, tetapi juga berperan dalam metacommentary film tentang memberi perhatian - bahkan jika itu adalah akhir dunia.

Secara keseluruhan, "Love and Monsters" merupakan film yang menarik dan menghibur untuk ditonton bagi mereka yang mendambakan film baru dan ingin melakukan petualangan yang ringan tanpa harus berpikir keras  sembari melepas penat.  

Dikutip dari Screenrant pada Minggu (15/11/2020), "Love and Monsters" dijadwalkan tayang pada Februari 2021, tetapi Paramount Pictures selaku distributor memutuskan untuk merilisnya melalui video on demand dan beberapa bioskop tertentu pada 16 Oktober 2020. (Almira Salsabila/Magang)

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers