web analytics
  

Pelajar SMA/SMK Didorong Jadi Wirausaha Lewat Sekolah Juara

Minggu, 15 November 2020 17:25 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Pendidikan, Pelajar SMA/SMK Didorong Jadi Wirausaha Lewat Sekolah Juara, Sekolah Juara,Pelajar Wirausaha,Dinas Pendidikan Jawa Barat

Pelajar SMAN 1 Cisarua membuat sepatu dari limbah kain perca. (istimewa)

CISARUA, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong para pelajar tingkat SMA/SMK untuk berani menjadi wirausaha dengan menciptakan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Hal itu merupakan program Sekolah Juara yang menjadi program prioritas Disdik Jabar untuk penguatan kapasitas para pelajar.

Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi mengatakan program Sekolah Juara merupakan inovasi yang telah digagas sesuai dengan visi misi Jabar Juara Lahir Batin dengan Kolaborasi dan Inovasi. Program Sekolah Juara berbasiskan kurikulum tentang pendidikan budaya dan karakter Jawa Barat.

"Kurikulum yang kita pakai saat ini adalah kurikulum 2013. Di masa pandemi (covid-19) ada kurikulum yang disederhanakan serta kurikulum darurat, dan juga kurikulum muatan lokal Jawa Barat," ujar Dedi Supandi, Minggu (15/11/2020).

Dedi menuturkan, kurikulum muatan lokal Jawa Barat dipadukan dengan kurikulum darurat di masa pandemi covid-19 diharapkan mampu mendidik para pelajar untuk mencari peluang menjadi wirausaha dengan berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekolah. Hal itu pun bertujuan agar para pelajar tidak jenuh menghadapi sistem belajar secara daring selama pandemi covid-19.

"Pendidikannya itu berkarakter, dan menggabungkan mata pelarajan menjadi satu mata pelajaran," beber Dedi.

Dengan program tersebut, lanjut Dedi, para pelajar diharapkan menjadi wirausaha muda yang mempu mencetak produk-produk hasil karya dan pemikiran sendiri. Hal itu pun sebagai langkah awal bagi para pelajar sebelum terjun langsung ke masyarakat setelah menyelesaikan jenjang pendidikan.

"Akan muncul anak-anak didik di SMA/SMK yang mampu berwirausaha, mampu mencipta usaha-usaha baru dan melakukannya sebagai konsep kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Sementara itu, SMA Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu sekolah di Jabar yang telah menerapkan program Sekolah Juara. Para siswa/i di SMA Negeri 1 Cisarua dituntut untuk berperan aktif guna menciptakan usaha atas hasil kreasi dan pemikiran sendiri.

"Di sekolah kami itu tergabung di dalam ekstrakurikuler student company. Mereka belajar tentang bisnis atau mengelola sebuah miniatur perusahaan, walaupun seperti mainan kami buat ini betul-betul riil, hanya saja tidak skala besar," kata Kepala SMAN 1 Cisarua, Tuti Kurniawati.

Tuti menuturkan, dalam program kewirausahaan tersebut pada siswa/i diberkan materi pembelajaran dunia usaha, mulai dari membuat perencanaan hingga memproduksi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Sepatu, salah satu produk yang diproduksi para pelajar SMAN 1 Cisarua menjadi bukti kerativitas serta gagasan yang memiliki nilai ekonomi.

Tuti mengatakan, sepatu yang diproduksi oleh para anak didiknya tersebut menjadi produk andalan yang selama ini diproduksi. Pasalnya, untuk memproduksi sepatu, para anak didiknya menggandeng pengrajin sepatu di Cibaduyut Kota Bandung yang terdampak covid-19 secara ekonomi.

"Sepatu yang berasal dari limbah kain perca ini merupakan kreasi dan ide siswa. Pemasarannya sudah cukup luas karena banyak pihak yang support," tutur Tuti.

Sementara itu, Rachel Anjar Yasih (17), siswi kelas 11 tersebut mengaku tertarik untuk menjadi wirausaha muda. Kegiatan kewirauasahaan di sekolah pun menjadi kesempatan bagi Rachel untuk menimba ilmu di samping mata pelajaran lainnya.

"Banyak banget pembelajaran Rachel dapat mulai dari cara bisnis dari nol banget sampai menciptakan produk dan bisnis baru. Hal ini untuk bekal kita ke depan," pungkas Rachel.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers