web analytics
  

Apa Itu Gelombang Panas?

Minggu, 15 November 2020 13:10 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Nasional, Apa Itu Gelombang Panas?, Gelombang Panas,Pengertian gelombang panas,Hoaks gelombang panas,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Pengendara motor berteduh di bawah pohon untuk menghindari panas. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Warganet dihebohkan dengan informasi tentang gelombang panas yang melanda Indonesia. Bahkan mereka diimbau untuk tidak minum air es karena bisa menyebabkan pecah pembuluh darah berujung kematian.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengklarifikasi bahwa informasi itu tidak benar alias hoaks. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gelombang panas tersebut?

Gelombang panas dalam ilmu klimatologi didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi,” kata Dwikorita dalam keterangannya yang dilihat Ayobekasi.net, Minggu (15/11/2020).

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, lanjutnya, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

“Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas,” ujarnya.

Gelombang panas juga umumnya terjadi berkaitan dengan berkembangnya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut.

“Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Tercatat suhu > 36 °C terjadi di Bima, Sabu, dan di Sumbawa pada catatan meteorologis tanggal 12-11-2020. Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2 °C. Namun, catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di bulan November 2020.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers