web analytics
  

BMKG Pastikan Pesan Berantai Gelombang Panas Hoaks

Minggu, 15 November 2020 12:00 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Regional, BMKG Pastikan Pesan Berantai Gelombang Panas Hoaks, Gelombang Panas,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),Cuaca Panas,Hoaks gelombang panas

Warga menghindari panas sinar matahari saat beraktivitas di Kota Bandung, Kamis (24/10/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Pesan berantai yang menyebut ada gelombang panas melanda Indonesia telah membuat resah. Pesan tersebut ada di media sosial, juga diteruskan via pesan Whatsapp.

Bukan hanya soal gelombang panas, tapi warga juga diimbau untuk tidak minum air es karena bisa menyebabkan pembuluh darah di otak pecah dan menimbulkan kematian.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengklarifikasi kabar tersebut. Ia menyatakan, hal itu tidak benar alias hoaks.

“Berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya yang diterima Ayobekasi.net, Minggu (15/11/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, gelombang panas dalam ilmu klimatologi didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

“Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas,” ujarnya.

Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu > 36 °C terjadi di Bima, Sabu, dan di Sumbawa pada catatan meteorologis tanggal 12-11-2020.

Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2 °C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November.

Sementara di Kota Bekasi sendiri, suhu harian tertinggi berada di angka 33 derajat celcius selama tiga hari dari tanggal 10 hingga 12 November 2020. Namun, setelahnya berangsur turun di kisaran 29 hingga 32 derajat celcius pada siang hari. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers