web analytics
  

BMKG: Gempa Selat Sunda Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia

Minggu, 15 November 2020 10:49 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Regional, BMKG: Gempa Selat Sunda Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, Gempa selat Sunda,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),Lempeng Indo-Australia,Lempeng Eurasia

Logo BMKG. (Ist)

BANTEN, AYOBANDUNG.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan mengenai gempa magnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Selat Sunda, Sabtu (14/11/2020) malam. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.

Lempeng Indo-Australia menujam ke bawah Lempeng Eurasia dengan bidang kontak di bawah Selat Sunda sehingga terjadi deformasi/patahan batuan. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono dalam keterangannya, Minggu (15/11/2020).

Guncangan gempa dapat dirasakan di Bayah, Cikesik, Ciptagelar, Panggarangan III MMI, Carita, Panimbang, Cimanggu, Labuan, Malingping II-III MMI, Cikotok, Rangkasbitung, dan Sawarna II MMI. 

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya. 

Informasi terbaru, hasil monitoring BMKG pada hari ini pukul 04.28 WIB terjadi gempa susulan sebanyak satu kali dengan kekuatan magnitudo 3,0 dan tidak berpotensi tsunami. 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers