web analytics
  

Juragan Furniture yang Sering Memandikan Jenazah Kini Berjualan Ketan Bakar

Sabtu, 14 November 2020 21:55 WIB Netizen Joseph Sugeng Irianto
Netizen, Juragan Furniture yang Sering Memandikan Jenazah Kini Berjualan Ketan Bakar , Kuliner bandung,Kuliner Bandung Unik,Joseph Sugeng Irianto,Ayo Netizen

Edi Mulyana saat berjuala ketan bakar. (Joseph Sugeng Iriyanto )

Joseph Sugeng Irianto

Penggiat industri wisata dan kuliner.

Lantunan azan Dzuhur baru saja selesai berkumandang, memanggil umatNya untuk segera bersujud di hamparan sajadah ke hadiratNya. Ritual suci ini segera dilakukan oleh Edi Mulyana sekeluarga, bersama istri dan  anak-anaknya, mereka bersatu dalam kekhusyukan ibadah.

Di rumah yang asri di bilangan Cisaranten Kulon – Arcamanik Kota Bandung, Edi Mulyana memanfaatkan ruang garasi seluas 15 meter persegi untuk membuka kedai makanan olahan yang disukai masyarakat, yaitu ketan bakar. Topping yang disajikan adalah serundeng dengan bumbu oncom yang nikmat.

“Selain ketan bakar saya menjual juga olahan duren, basreng, aneka kue, kopi dan susu kurma. Insha Allah jualan saya barokah,” ucap Edi sambil mengipas bara api bakaran ketan ketika dihubungi Netizen. Edi yang juga sebagai Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Cisaranten Kulon menceritakan bahwa sesungguhnya keahliannya adalah di design interior, membuat kitchen set dan dunia furniture.

Terpaan pandemi Corona memaksa usaha furniturenya nyaris tutup, sejumlah pekerja yang membantunya dengan sangat terpaksa dirumahkan. Edi menyadari bahwa situasi sulit ini harus dihadapi secara arif dan bijaksana serta smart. Maka berbekal restu ibundanya dan dukungan sang istri yang senang memasak dibuatlah kedai kecil di rumahnya, menjajakan aneka makanan ringan dan disukai masyarakat. Kegigihan Edi dalam mengelola usahanya membuahkan hasil, dengan yakin dibukanya outlet di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Cicadas Kota Bandung.

Hal menarik dari Bapak 5 anak yang dijuluki Ustadz ini adalah kesibukannya dalam mengurus jenazah. Sebuah pekerjaan mulia yang tidak semua orang mau melakukan. Baginya hidup ini harus seimbang, antar duniawi dan akherati. Tidak melulu waktunya dihabiskan untuk mencari uang, tetapi panggilan jiwa untuk membantu sesama dilakokinnya sejak tahun 2016.

“Oleh masyarakat saya dipercaya sebagai Ketua DKM, Ketua Koordiantor antar Masjid se RW 11 Kelurahan Cisaranten Kulon – Arcamanik Kota Bandung dan juga sebagai Pembina Taman Pendidikan Al Qur'an di TPA Al Muhajirin. Alhamdulilah, hidup saya bisa berguna untuk orang lain.” ucap Edi. Pengurus dan masyarakat RW disini sudah mempercayakan pengurusan jenazah padanya. Keterampilan Edi diajarkan juga pada masyarakat lain, yaitu tata cara memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan jenazah secara Islam yang merupakan kesatuan paket tugas.

Bagi Edi Mulyana, melakukan tugas itu adalah bagian dari ibadah dalam Islam yang sangat besar pahala nya. Memang tidak semua orang mau dan berani. Ada stigma dan mitos keliru yang kadung terbangun di masyarakat soal jenazah, tetapi bagi dia selama ini tidak pernah menemukan hal-hal ganjil.

“Kalau tiba-tiba mencium wangi bunga dan hal yang tidak logis itu sudah biasa,” ungkap Edi.

Tetapi baginya banyak pengalaman yang tentunya membuat kita harus sadar bahwa manusia sehebat apapun akan berakhir di ruangan sempit 1x2 meter dan tidak akan membawa apapun sebagai bekal, selain amal dan ibadah selama hidup.

“Jadi Anda mau dimandikan sekarang ?” candanya.

 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers