web analytics
  

Tukang Ulin jadi Tukang Lauk

Sabtu, 14 November 2020 21:51 WIB Netizen Joseph Sugeng Irianto
Netizen, Tukang Ulin jadi Tukang Lauk , Kuliner Bandung, kuliner bandung,Kuliner Bandung Unik,Joseph Sugeng Irianto

Pengunjung di Kedai Tukang Lauk. (Joseph Sugeng Iriyanto )

Joseph Sugeng Irianto

Penggiat industri wisata dan kuliner.

Membahas pengaruh pandemi Covid - 19 seakan tidak pernah habis. Efek domino yang ditimbulkannya menyerang semua sendi kehidupan berusaha, membuat berbagai cerita yang kelak menjadi hiburan tersendiri bagi anak cucu yang lahir sekian tahun ke depan.

Kalau semua merasa bidang usaha yang digelutinya terpuruk, bukan hal yang tabu untuk diungkapkan bahwa bisnis pariwisata yang digeluti oleh seorang pengusaha muda ini mengalami hal demikian. Yuri Santari, pemuda bertubuh subur namun energik dan murah senyum adalah salah satu dari pengusaha Tour Travel di Bandung yang terdampak serius oleh pandemi Corona.

Dalam masa normal bisa dihitung dengan jari keberadaan dia di rumah, hampir seluruh waktunya tersita untuk melayani para wisatawan nusantara dan mancanegara menjelajah destinasi wisata dalam dan luar negeri.

“Itu cerita indah yang membuat kita meneteskan air mata bila dibandingkan sekarang’” ungkap Yuri. Terpaan covid 19 ini membuat usahanya berantakan, tabungannya dari sisa hasil usaha hanya bertahan beberapa bulan saja.

Yuri tidak patah semangat, keterampilan lain yang dimiliki selain melayani para wisatawan adalah memasak. Hobi yang sudah lama digelutinya seakan menjadi amunisi terakhir untuk bangkit dari keterpurukan. Maka bersama tiga orang rekan yang memiliki nasib serupa disepakati membuat usaha kuliner baru.

Apabila sore hari kita melintas Jalan Cilaki Kota Bandung, terdapat deretan kedai aneka kuliner. Karakter orang Bandung yang suka jajan dan makan di luar rumah menjadi inspirasi awal untuk menekuni usaha kuliner. Dari berbagi penganan yang dijajakan, tepatnya di sebrang di Taman Robot Cibeunying Kota Bandung terdapat sebuah kedai bernama Tukang Lauk. Nama yang unik dan mudah diingat.

Yuri sementara ini beralih profesi menjadi tukang masak / chef di kedai sederhana yang menyajikan aneka makanan laut dan ikan darat. Menu andalannya saat ini adalah ikan bakar, sensasi rasa pedas dipastikan akan menari-nari di lidah penikmatnya karena  ikan dimasak dengan cara di goreng lalu di bakar. Topping yang ditawarkan antara lain original (kecap manis) atau jimbaran (rempah) yang dipadukan dengan sambal yang diberi nama Mike Tyson, karena sensasi pedas dari cengek domba seakan terkena hook petinju legendaris itu.

“Kami selalu mengingatkan pada pelanggan soal rasa pedas tersebut, khawatir ada yg tidak kuat pedas. Selain itu kami punya menu andalan lain, yaitu Soup Gurame. Soup ikan yang disajikan panas pedas dan harumnya kemangi dijamin akan menambah selera makan.” Yuri menjelaskan.

Akan lebih nikmat bila ditutup dengan minuman berupa jus yang manis asam, seperti jus pakcoy yang sekarang sedang viral, lanjutnya sambil menunjukan deretan botol jus berwarna hijau di cool box. 

Kedai Tukang Lauk yang buka dari pukul 17.00 hingga 21.00 ini selalu ramai dikunjungi pelanggan karena selain cita rasa yang enak, juga harganya ramah di kantong. Yuri dan team nya selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Kekuatan medsos dan relasi dikalangan pariwisata begitu kuat sehingga omset yang dihasilkan saat ini cukup membuatnya tersenyum. Dari keuntungannya tersebut sebagai mahluk sosial Yuri menyisihkan untuk amal, yaitu dengan gerakan Jumat Berbagi yang diinisiasi sejak beberapa waktu terakhir ini.

“Kalau sebelum pandemi saya Tukang jalan-jalan, Tukang Ulin mendampingi wisatawan, sekarang saya jadi Tukang Lauk melayani pelanggan kuliner…” tutupnya dengan seyum khas Urang Sunda.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers