web analytics
  

Hampir Penuh, Ini Daftar 15 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bandung

Sabtu, 14 November 2020 11:05 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Hampir Penuh, Ini Daftar 15 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bandung, Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Kota Bandung,RS COvid-19 Bandung,Update Corona Bandung,Wali Kota Bandung Oded M Danial

[Ilustrasi] Tingkat keterisian atau okupansi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung hampir mencapai titik maksimal. Wali Kota Bandung Oded M Danial menyebut, per Jumat (14/11/2020), keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 mencapai 87%. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Tingkat keterisian atau okupansi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung hampir mencapai titik maksimal. Wali Kota Bandung Oded M Danial menyebut, per Jumat (14/11/2020), keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 mencapai 87%.

Artinya, hanya 13% lagi tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19 yang kemungkinan masih akan terus bertambah. Dari 704 tempat tidur yang tersedia, tersisa 90 tempat tidur.

Adapun, di Kota Bandung terdapat 15 rumah sakit rujukan untuk pasien dengan kasus corona.

Namun, sebelum ke rumah sakit rujukan, Anda harus mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu, seperti klinik/rumah sakit umum sebelum akhirnya dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Mengutip dari https://covid19.bandung.go.id/kontak, berikut daftar rumah sakit rujukan di Kota Bandung.

1. RSTNI AU Dr. Salamun

Jalan Ciumbuleuit Nomor 203, Ciumbuleuit, Cidadap.

(022) 2032090

2. RSTP Dr. H. A. Rotinsulu

Jalan Bukit Jarian No 40, Hegarmanah, Cidadap.

(022) 2034446

3. RS Advent

Jalan Cihampelas No 161, Cipaganti, Coblong.

(022) 2034386

4. RS Borromeus

Jalan Ir H Juanda No 100, Lebakgede, Coblong.

(022) 2552000

5. RSUP Dr. Hasan Sadikin

Jalan Pasteur No 40, Pasteur, Sukajadi.

(022) 2034953

(022) 2034954

(022) 2034955

(022) 2551111

6. RS Limijati

Jalan LL RE Martadinata No 39, Citarum, Bandung Wetan.

(022) 84469456

7. RS Santo Yusuf

Jalan Kebon Jatu No 38, Kebon Jeruk, Andir.

(022) 4348333

8. RS Santosa Central

Jalan Kebon Jati No 38, Kebon Jeruk, Andir.

(022) 4348333

9. RS Imannuel

Jalan Raya Kopo No 159-161, Babakan Asih, Bojongloa Kaler.

(022) 5201656

(022) 5201672

10. RSKIA Kota Bandung

Jalan Raya Kopi No 311 RT 03/05, Situsaeur, Bojongloa Kidul

(022) 86037777

(022) 5200505

11. RS Santosa Kopo

Jalan Raya Kopo No 461-463, Cirangran, Babakan Ciparay.

(022) 54280333

12. RS Bayangkara Sartika Asih

Jalan Moh. Toha Nomor 369, Ciseureuh, Regol.

(022) 5229544

13. RS Hermina Arcamanik

Jalan AH Nasution, No 50, Antapani Wetan, Antapani.

(022) 87242525

14. RSUD Kota Bandung

Jalan Rumah Sakit No 22, Pakemitan, Cinambo.

(022) 7811794

15. RS Al Islam

Jalan Soekarno-Hatta No 644, Manjahlega, Rancasari.

(022) 7565588.

Solusi

Pemerintah Kota Bandung tengah berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang ada. Hal itu untuk meningkatkan kapasitas penampungan pasien Covid-19 di masing-masing faskes hingga maksimal.

"Selain terus koordinasi dengan faskes, kita juga siapkan beberapa tempat penginapan. Itu efektif dan berjalan," ungkap Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Jumat (14/11/2020).

Dia mengatakan, pihaknya telah mendorong Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung untuk menambah tempat tidur di lantai lain. Sebanyak 36 tempat tidur tambahan telah dijanjikan.

"RSKIA baru di lantai 8, ada 16 tempat tidur. Kita dorong menjadi 26 tempat tidur, jadi ada penambahan 10 tempat tidur," ungkapnya.

"Tapi sesuai arahan wali kota, kami mintakan ke direktur RSKIA untuk memaksimalkan lantai 11 untuk 26 tempat tidur lagi, sehingga ada 36 tempat tidur yang akan ditambah," tuturnya.

Di luar itu, dia mengatakan, pihaknya meminta rumah sakit-rumah sakit lainnya untuk menambah kapasitas. Salah satunya seperti yang disanggupi Rumah Sakit Edelweiss yang akan menambah 20 tempat tidur.

"Ada 96 tempat tidur yang akan kita tambahkan. Mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers