web analytics
  

Manusia Mesti Kembali Menghargai Kehidupan dan Kesehatan

Sabtu, 14 November 2020 08:05 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Manusia Mesti Kembali Menghargai Kehidupan dan Kesehatan, Dampak Pandemi Covid-19,Pandemi Covid-19,Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN

Dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp., PD, dokter penyakit dalam memberikan paparan dalam Webinar KPCPEN bertema "Tantangan Penyintas Beradaptasi dan Lindungi Diri dengan Imunisasi" di Jakarta, Rabu 11 November 2020. (Adiyanti Firdaus)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dampak pandemi COVID-19 tak hanya menyengsarakan manusia di berbagai bidang, tapi juga menyisakan hikmah yang paling dirasakan seluruh umat manusia saat ini, yakni manusia mesti kembali menghargai kehidupan dan kesehatan.

Pandemi COVID-19 telah memaksa kita belajar dan melakukan hal-hal baru yang mungkin banyak kita abaikan selama ini.

“Target kami mencegah sebanyak mungkin agar orang tidak sakit, melalui kampanye 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, juga kampanye 3T, tracing, testing, dan treatment serta vaksinasi,” ujar dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp. PD, dalam webinar bertema “Tantangan Penyintas Beradaptasi & Lindungi Diri dengan Imunisasi” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Rabu, (11/11/2020).

Menurutnya, target pemerintah saat ini tidak hanya menyelesaikan wabah, tetapi kondisi kesehatan masyarakat Indonesia juga harus lebih baik lagi. Dia juga menambahkan bahwa saat ini tenaga kesehatan tidak hanya berjuang memerangi pandemi COVID-19, tetapi targetnya masyarakat Indonesia harus benar-benar sehat dan kuat.

“Banyak pasien yang dulunya tidak mengetahui jika memiliki penyakit penyerta atau komorbid, setelah diperiksa COVID-19, baru mengetahuinya. Jadi, mereka ini harus lebih baik lagi perawatannya. Misalnya mereka yang obesitas, mengonsumsi gula tinggi, diubah pola hidupnya menjadi plant-based diet. Sehingga berat badannya turun dan daya tahan tubuhnya jauh lebih baik. Juga yang punya riwayat kardiovaskular misalnya, harus lebih baik perawatannya selama dan setelah wabah ini,” papar Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini ada program yang disebut reserve then reverse, yang berarti bahwa tenaga kesehatan mempertahankan daya dukung dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit, kemudian menyosialisasikan pola hidup sehat.

 

“Selain itu, layanan kesehatan yang lebih paripurna dan memanusiakan manusia juga menjadi kunci dari sehatnya masyarakat Indonesia ke depannya,” pungkasnya.

Editor: Dudung Ridwan

artikel terkait

dewanpers