web analytics
  

Jika Covid-19 Bandung Makin Tinggi, Relaksasi Bisa Dikurangi

Sabtu, 14 November 2020 07:32 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Jika Covid-19 Bandung Makin Tinggi, Relaksasi Bisa Dikurangi, Kasus Covid-19 Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna,Wali Kota Bandung Oded M. Danial

Suasana di Jalan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, kota Bandung, Sabtu (31/10/2020). Saat pandemi corona, Jalan Braga masih cukup ramai dikunjungi warga untuk jalan-jalan dan berfoto. (Ayobandung.com/Aufa Fadil/Magang)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kasus Covid-19 di Kota Bandung masih terus mengalami peningkatan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah jumlah keterisian atau okupansi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung yang semakin penuh, mencapai 87%.

Selain itu, positivity rate Covid-19 di Kota Bandung pun berada di atas batas maksimal WHO, yakni menyentuh angka 7%. Hal tersebut mengindikasikan masih banyaknya kasus positif Covid-19 yang belum terdeteksi di tengah masyarakat.

Berkaca dari keadaan tersebut, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pihaknya tidak akan menambah daftar pusat aktivitas warga untuk dibuka kembali atau direlaksasi. Pihaknya akan terus mengevaluasi kebijakan relaksasi yang telah diterapkan.

"Justru kita belum ada penambahan relaksasi, tapi kita harus lebih banyak mengevaluasi relaksasi yang sudah ada karena khawatir," ungkap Oded di Balai Kota Bandung, Jumat (14/11/2020).

Meski kasus positif terus meningkat, hal tersebut diklaim tidak ditemukan di tempat-tempat kegiatan warga yang telah direlaksasi.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menyebutkan, pihaknya telah memperingati setiap pelaku usaha yang bersangkutan untuk menerapkan aturan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan tertib.

"Yang paling utama digarisbawahi tidak ditemukan adanya kasus (di tempat yang telah direlaksasi). Sementara ini kita percaya saja, masa mau dicek ulang. Kita pun ingatkan satgas jangan hanya bagus di kertas saja, daya tampung 50%, jangan memaksakan hanya untuk peluang ekonomi," ungkapnya.

Dia mengatakan, bila kasus Covid-19 di Kota Bandung semakin meningkat, bukan tidak mungkin jumlah tempat kegiatan warga yang direlaksasi akan dikurangi. Bahkan perwal AKB yang saat ini berlaku pun akan diubah.

"Tidak menutup kemungkinan (dikurangi), walaupun ini sangat tidak diharapkan. Kalau kasus meningkat terus, Rt (angka reproduksi) di atas 1, bahkan masuk zona merah, Perwal jadi keniscayaan akan diubah," ungkapnya.

"Relaksasi bahkan peluangnya bisa dikurangi, bukan ditambah.  Itu kan yang tidak diharapkan," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers