web analytics

Dominasi Sampah Masker Medis, Masyarakat Disarankan Pakai Bahan Kain

clockJumat, 13 November 2020 22:38 WIB
Umum - Nasional, Dominasi Sampah Masker Medis, Masyarakat Disarankan Pakai Bahan Kain, LIPI,Masker Medis,Masker Kain,COVID-19

Warga memakai masker di Terminal Cicaheum, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (3/11/2020). Kegiatan yang dilaksanakan serentak di Kota Bandung tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan masker guna menekan laju penyebaran pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Hingga kini sekitar 16 persen sampah medis didominasi oleh masker kain. Selama pandemi Covid-19 masih berlangsung, sampah ini diprediksi meningkat pesat karena kegunaannya hanya sekali pakai.

“Sampah masker sekali pakai akan terus meningkat di tengah pandemi seperti ini. Memang masker tersebut keefektifannya hingga 90 persen untuk terhindar dari virus. Namun, dampaknya juga harus dipikirkan, kalau pandemi selesai, laut dan sungai isinya sampah masker. Maka, saya sarankan tetap memakai masker kain. Hal ini harus diinformasikan kepada masyarakat melalui pemerintah,” kata peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Muhammad Reza Cordova saat dihubungi republika.co.id, Jumat (13/11).

Reza mengatakan, tidak semua rumah sakit daerah memiliki alat incinerator untuk membakar limbah medis. Menurutnya, ini persoalan yang belum ada solusi dari pemerintah. Pembangunan alat tersebut butuh waktu beberapa bulan.

“Dari sekarang harus meminimalisir agar sampah medis tidak bocor ke lingkungan. Kalau masyarakat yang sehat cukup memakai masker kain,” kata dia.

Ia menjelaskan, memang masker kain hanya 70 persen untuk menghadang virus. Namun, untuk dampak lingkungan sangat membantu.

Ia mencontohkan, hal ini sama dengan pengurangan pemakaian kantong plastik. Saat ini pemakaiannya dikurangi dan masyarakat harus membawa tas belanja sendiri.

“Pemerintah harus terus mengedukasi masyarakat tentang dampak jika memakai masker sekali pakai terhadap lingkungan sehingga masyarakat mengerti dan memiliki pola pikir. Kalau tidak ada edukasi, masyarakat akan memilih masker yang gampang dipakai dan dibuang tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya,” kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Momentum Pertumbuhan Kredit Tinggal Tunggu Waktu

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 20:40 WIB

Di tengah tantangan pandemi Covid-19, fungsi intermediasi perbankan mulai mengalami pertumbuhan positif.

Umum - Nasional, Momentum Pertumbuhan Kredit Tinggal Tunggu Waktu, Momentum,Pertumbuhan Kredit,intermediasi perbankan,Bank Indonesia

Skema Vaksin Booster Disiapkan untuk Calon Jemaah Umrah

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 15:03 WIB

Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan akan menyusun skema mengenai vaksinasi dan booster bagi calon jemaah umrah.

Umum - Nasional, Skema Vaksin Booster Disiapkan untuk Calon Jemaah Umrah, Jemaah Umrah,Vaksin Booster Calon jemaah umrah,vaksinasi Calon jemaah umrah,Covid-19 di Indonesia

Kemenkes Impor Remdesivir-Tocilizumab, Untuk Apa?

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 14:51 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memenuhi kebutuhan pasokan obat-obatan untuk terapi Covid-19 yang semakin lang...

Umum - Nasional, Kemenkes Impor Remdesivir-Tocilizumab, Untuk Apa?, Remdesivir,Obat Remdesivir,Fakta Obat Remdesivir,obat covid-19,tocilizumab covid-19,Obat Tocilizumab,Obat Tocilizumab Covid-19,Tocilizumab obat Covid-19,Tocilizumab,Kemenkes Impor Obat Covid-19,obat covid-19 impor

Jika Aturan Karantina 14 Hari Diterapkan, Ini Estimasi Biaya Umrah

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 12:09 WIB

Arab Saudi mewajibkan wisatawan untuk menjalani karantina sebelum menjelajahi negerinya. Lantas berapakah biaya umrah, j...

Umum - Nasional, Jika Aturan Karantina 14 Hari Diterapkan, Ini Estimasi Biaya Umrah, jamaah umrah,estimasi biaya,estimasi biaya umrah,karantina jamaah umrah,estimasi biaya umrah karantina

Jokowi Sebut Lockdown tak Jamin Pandemi Covid-19 Berakhir

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 11:03 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan keputusan pemerintah yang tak mengambil kebijakan lockdown untuk menurunkan lo...

Umum - Nasional, Jokowi Sebut Lockdown tak Jamin Pandemi Covid-19 Berakhir,  Pandemi Covid-19,Lockdown  Pandemi Covid-19,Vaksinasi nasional Covid-19,lonjakan kasus Covid-19,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,kebijakan lockdown

Jokowi Sebut Kasus Covid-19 Bisa Direm

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 10:23 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat tinggi dalam satu bulan terakhir...

Umum - Nasional, Jokowi Sebut Kasus Covid-19 Bisa Direm, Kasus Covid-19,Kasus Covid-19 di Indonesia,Kasus Covid-19 Indonesia,lonjakan kasus positif Covid-19,PPKM Darurat,Kebijakan PPKM Darurat

Anggota DPR Sindir Sekjend DPR Soal Layanan Isoman Hotel : Seharusnya...

Nasional Kamis, 29 Juli 2021 | 23:05 WIB

Kebijakan itu dinilai berlebihan karena saat ini tidak sedikit masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan.

Umum - Nasional,  Anggota DPR Sindir Sekjend DPR Soal Layanan Isoman Hotel : Seharusnya Kita Empati, fasiitas isolasi DPR,Isolasi DPR,Hotel Isolasi Covid-19,Hotel untuk DPR

Kanwil DJP Jakarta Khusus Luncurkan Buku Busur dan Panah

Nasional Selasa, 27 Juli 2021 | 22:23 WIB

Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus meluncurkan buku “Busur: Meramu untuk Maju” dan “Panah: Cerita untuk Kita” secara dari...

Umum - Nasional, Kanwil DJP Jakarta Khusus Luncurkan Buku Busur dan Panah, Kanwil DJP Jakarta Khusus,Busur: Meramu untuk Maju,Panah: Cerita untuk Kita,Peluncuran Buku DJP,Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

artikel terkait

dewanpers
arrow-up