web analytics
  

Mengubah Kebiasaan Mengajar di Tengah Pandemi

Jumat, 13 November 2020 13:42 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Mengubah Kebiasaan Mengajar di Tengah Pandemi, Belajar Daring,les privat Bandung,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Irmayanti Masry sedang mencuci tangan sebelum memulai kelas privat. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi mengubah banyak kebiasaan setiap orang, tak terkecuali aktivitas belajar mengajar. Saat ini hampir semua kegiatan belajar dilakukan secara daring, tapi kebanyakan guru privat masih memberikan pengajaran secara luring alias tatap muka.

Hal ini juga dilakukan oleh Irmayanti Masry, seorang guru les privat di Kota Bandung. Setiap minggu ia biasa mengajar sebanyak tiga sampai empat pertemuan. Satu pertemuan bisa diikuti paling banyak oleh 16 murid.

"Tapi ada juga yang satu murid. Kalau yang seperti ini biasanya saya yang datang langsung ke rumah murid," tutur Irma kepada Ayobandung.com, Kamis (12/11/2020).

Sementara pertemuan les berkelompok bisa dilakukan di kelas atau tempat-tempat tertentu sesuai kesepakatan bersama.

Irma menyampaikan, setelah pandemi berlangsung, banyak hal yang berubah dari kebiasaannya saat mengajar. Selain harus menerapkan protokol kesehatan, Irma juga harus menjalani beberapa sesi kelas online.

Selain belajar tatap muka, ada juga sebagian wali murid yang meminta kegiatan les dilakukan secara online. Alasannya tentu untuk keamanan dan kesehatan bersama, mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Selain memakai masker dan sering cuci tangan, Irma juga membawa alat salat sendiri. Kegiatannya sebagai pengajar privat membuat mobilitas Irma menjadi tinggi karena harus berpindah-pindah tempat mengajar.

"Kalau bawa dan pakai mukena sendiri kan jadi lebih aman," ujarnya.

Selain itu, perempuan berusia 28 tahun ini juga selalu membawa hand sanitizer sebagai cadangan untuk mencuci tangan. Hand sanitizer digunakan dalam keadaan darurat, misalnya tidak ada tempat cuci tangan.

Menurutnya, selama ini tempat ia mengajar selalu meyediakan tempat cuci tangan. Baik di kelas mengajar maupun di rumah murid. Jadi sebelum masuk ruangan dan mengajar, Irma selalu memastikan tangannya sudah bersih.

Bagi Irma, pandemi memberikan dampak positif pada pekerjaannya. Anjuran jaga jarak dan dilarang berkerumun membuat kelas les privatnya lebih ramping sehingga jumlah murid yang belajar dalam satu kelompok lebih sedikit.

"Saya sih senang kalau muridnya lebih sedikit. Jadi semuanya bisa belajar dengan baik. Daripada muridnya banyak jadi belajarnya tidak maksimal. Kadang ada murid yang masih belum mengerti," tutur Irma.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers