web analytics
  

PERSIB HARI INI: Debut Manis Indra Thohir sebagai Pelatih Kepala Persib

Jumat, 13 November 2020 13:30 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, PERSIB HARI INI: Debut Manis Indra Thohir sebagai Pelatih Kepala Persib, Pelatih legendaris Persib Bandung,Indra Thohir,Pelatih Fisik,Pelatih Persib,PERSIB HARI INI,Sejarah Persib

Legendaris Persib, Indra Thohir (kedua dari kiri). (Ayobandung.com/Eneng Reni)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Pada 13 November 1993 atau 27 tahun silam, pelatih legendaris Persib Bandung, Indra Mohammad Thohir, mencatatkan sejarah bersama Persib dengan menjalani debutnya sebagai pelatih kepala.

Meski sudah berada di tim Maung Bandung sejak tahun 1983, namun Indra Thohir masih berstatus sebagai pelatih fisik. Baru, pada musim kompetisi Perserikatan 1993/1994, pelatih yang karib disapa Indra Thohir ini naik tahta.

Laga itu pun menjadi debut manis Indra Thohir karena membawa Persib menang 2-0 atas PS Bengkulu dalam laga pembuka Kompetisi Perserikatan 1993/1994 di Stadion Semarak, Bengkulu.

Meski berstatus tim tamu, Pangeran Biru menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan. Publik tuan rumah dibungkam gol Sutiono Lamso pada menit ke-5. Keunggulan 1-0 Persib bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persib menambah keunggulan melalui gol Tatang “Tompel” Suryana ketika pertandingan memasuki menit 62. Keunggulan 2-0 Persib tak berubah hingga laga berakhir.

Berkat kemenangan ini, Persib berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan nilai 2. Persib kalah selisih gol dari PSDS Deli Serdang yang saat bersamaan menghantam Persita Tangerang 4-1 di Lubukpakam. Sementara itu, pada pertandingan lain di Banda Aceh, Persiraja bermain imbang 1-1 dengan Persijatim Jakarta Timur.

Bawa Persib Juara dengan 2 Peran Berbeda

Sosok Indra Thohir tidak akan pernah lepas dari sejarah Persib. Pria kelahiran Bandung, 7 Juli 1941, cukup lama bergumul dengan tim berjulukan Maung Bandung ini.

Sosok Indra Thohir bahkan pernah membawa prestasi bersama tim kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat ini. Tak heran Indra Thohir dinobatkan sebagai pelatih pertama tersukses yang mengarsiteki Persib Bandung.

Berawal sebagai pelatih fisik pada 1984, Indra Thohir mampu mengangkat performa Persib. Dia berperan sebagai pelatih fisik hingga Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1991-1992.

Bersama Pelatih Kepala Nandar Iskandar dan Ade Dana, Indra Thohir membantu Persib juara Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986 dan 1989-1990 serta Pesta Sukan Brunei Darussalam II/1986.

Menjelang Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1993/1994, Indra Thohir naik jadi pelatih kepala. Kepercayaan dari manajemen Persib kala itu mampu dibayar Indra Thohir dengan mempersembahkan dua gelar untuk Persib, yakni juara Kompetisi Perserikatan 1993-1994 dan Liga Indonesia edisi perdana 1994-1995.

Indra Thohir juga sukses mengantarkan Persib menembus babak perempat final Piala Champions Asia 1995 setelah menyingkirkan Bangkok Bank (Thailand) dan Passay City (Filipina).

Langkah Persib di ajang Internasional itu baru terhenti oleh tiga klub raksasa Asia pada masa itu, yakni Ilhwa Chunwa (Korea Selatan), Thai Farmers Bank (Thailand), dan Jubilo Iwata (Jepang).

Meski demikian, kehebatan Indra Thohir dalam mengarsiteki Persib mendapat penghargaan dari AFC. Dia dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia oleh AFC edisi September 1995 setelah menyingkirkan Bangkok Bank.

Pada era Liga Indonesia, Indra Thohir masih sempat menangani Persib Bandung pada LI VI 1999/2000, LI VII 2001, dan LI XI 2005. Pada era itu, Indra Thohir sempat membawa Persib ke babak 8 besar LI VII 2001.

Setelah itu, Indra Thohir istirahat dari Persib. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai dosen di sejumlah universitas negeri di Jawa Barat.

Namun, jelang putaran dua kompetisi Liga musim 2012, Indra Thohir kembali dipanggil untuk menjadi penasehat teknis setelah Persib terpuruk pada putaran pertama. Kehadirannya cukup mengangkat performa Maung Bandung.

Meski sudah tidak berkecimpung lagi di Persib, sosok Indra Thohir yang keras saat melatih tetap mengikuti perkembangan skuat Pangeran Biru.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers